Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Petani Inovatif dari Jabar Ubah Limbah Kotoran Sapi jadi Pupuk Organik Berkualitas Tinggi

Bagikan
Rojai, 47 tahun petani asal Cirebon menciptakan inovasi luar biasa dengan mengubah kotoran sapi menjadi pupuk organik padat dan cair.
Rojai, 47 tahun petani asal Cirebon menciptakan inovasi luar biasa dengan mengubah kotoran sapi menjadi pupuk organik padat dan cair.

PanganNews.id, Cirebon -  Seorang lelaki berusia 47 tahun, Rojai, dari Desa Tegal Karang, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, telah berhasil menciptakan inovasi luar biasa dengan mengubah kotoran sapi menjadi pupuk organik padat dan cair.

Sejak 2017, Rojai aktif mengolah kotoran sapi menjadi Pupuk Organik Padat (POD) dan Pupuk Organik Cair (POC), serta menghindari ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia.

"Banyak petani kelompok kami kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Sedangkan tanaman yang tidak dipupuk itu tidak berbuah. Dalam upaya mencari solusi, Rojai menerima kesempatan dari Dinas Pertanian untuk mengikuti pelatihan mengolah limbah ternak," jelas dia.

Meskipun hanya lulusan sekolah Aliyah, Rojai gigih belajar dari petani, instansi pemerintah, hingga profesor dalam berbagai pelatihan.

Dengan kerjasama tim Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Kabupaten Indramayu, Rojai berhasil membangun laboratorium Agen Pengendali Hayati (APH) dan menciptakan zak aktif pengendali hayati.

"Saya berusaha tidak bergantung pada pabrikan, untuk mengolah feses padat dan cair kan butuh fermentasi, fermentasi butuh probiotik. Dengan kesungguhan ini, Rojai berhasil memutuskan ketergantungannya dari bahan-bahan kimia pabrikan dan menghasilkan pupuk organik yang lebih berkualitas," tegasnya.

Konsep pertanian berkelanjutan yang diterapkan Rojai tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi sesama petani. Hasil karyanya telah meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian.

Sekarang, Rojai dan Kelompok Tani Makmur Desa Tegalkarang menerima banyak kunjungan dari petani dan instansi lain yang tertarik dengan inovasinya.

"Tahun kemarin Dinas Pertanian pesan sampai 18 ton pupuk padat. Petani lainya juga belum terhitung, banyak," ujar Rojai dengan senyum bahagianya.

"Pupuk organik padat dan cair karya sayah, yang dijual dengan merek Supersonik, banyak diminati petani karena kualitasnya yang tinggi," ucap dia.

"Inovasi Rojai menunjukkan bahwa dengan semangat belajar dan kerja keras, kita dapat menciptakan solusi berkelanjutan dalam pertanian," tambahnya.

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal