Penjelasan Sains Bahwa Allah Menahan Burung di Angkasa Tidak Jatuh

Pangannews.id

Senin, 01 April 2024 16:17 WIB

news
Foto : drh. H. Pudjiatmoko, Ph.D.

PanganNews.id Jakarta, - drh. H. Pudjiatmoko, Ph.D

Kemampuan burung dapat terbang di angkasa merupakan salah satu dari sekian banyak tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Tidakkah mereka memerhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang di angkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman," bunyi Surah An-Nahl Ayat 79.

Kemudian pada ayat lain Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman mengenai burung yang terbang di udara. "Dan apakah mereka tidak memerhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu," isi Surah Al-Mulk Ayat 19.

Dari kedua ayat Al Quran tersebut, Allah Subhanahu wa ta'ala mengingatkan kekuasaan-Nya bahwa Dia dapat menahan burung berada di angkasa. Seharusnya benda-benda yang berbobot yang berada di angkasa akan jatuh ke bumi akibat gaya gravitasi bumi, namun burung dapat ditahan dan melayang-layang di angkasa. Bahkan beberapa jenis burung bisa bermigrasi dari satu benua ke benua lainnya menempuh jarak ribuan kilometer.

Dengan cara apa burung ditahan oleh Allah sehingga tidak jatuh terhempas ke bumi? Berikut penjelasan berdasakan sains, mengapa burung bisa terbang di angkasa. Untuk bisa terbang, seekor burung harus berbobot relatif ringan, mempunyai anatomi tubuh ramping, dan mampu menggerakan anggota tubuhnya dengan cepat secara aerodinamika.

Salah satu persyaratan untuk perangkat terbang di angkasa adalah suatu struktur yang memadukan kekuatan gaya dengan bobot ringan. Selain sayapnya yang bergerak dengan sempurna, burung memiliki banyak fitur fisik yang mendukung untuk memungkinkan burung bisa terbang. Burung membutuhkan struktur yang ringan, ramping, dan kaku untuk terbang. Ada empat komponen kekuatan terbang yang memengaruhi penerbangan burung yaitu bobot tubuh, gaya angkat, gaya tarik dan daya dorong.

Anatomi tubuh burung

Burung bisa terbang karena memiliki ciri anatomi tubuhnya yang mendukung.

Secara alami untuk melindungi dari dingin dan panasnya cuaca tubuh burung ditutupi dengan bulu-bulu. Namun bulunya sangat ringan dan halus serta licin. Ciri ini sangat bermanfaat untuk mengurangi gaya berat dan penahan ketika terbang karena aliran udara yang melalui badan burung lancar tanpa hambatan.

Untuk memperoleh makanan tubuhnya dilengkapi dengan paruh yang runcing ke depan dan di dalam mulutnya tidak ada rahang yang bertulang atau bergigi yang berat. Ini membuat tubuh burung menjadi relatif ringan.

Burung mempunyai tulang dada relatif besar dan kokoh untuk perlekatan otot-otot terbangnya sehingga sangat membantu dalam menghimpun kekuatan daya dorong ketika melaju kedepan.

Dilengkapi susunan tulang ringan tapi kuat, berongga dengan kantung udara dan penampang melintang pipih sehingga mengurangi berat beban tubuh.

Terdapat kerangka yang kaku dan kokoh terikat pada otot-otot terbang yang kuat sehingga membantu daya dorong saat bergerak.

Diciptakan dengan bentuk badan yang ramping sehingga membantu mengurangi gaya penahan.

Mempunyai anggota badan berupa sayap yang kuat yang dapat dibentangkan melebar sehingga menimbulkan gaya angkat yang luar biasa.

Kehebatan sayap burung

Bentuk sayap burung sangat penting untuk menghasilkan gaya angkat. Peningkatan kecepatan pada bagian sayap yang melengkung dan lebih besar menciptakan jalur udara yang lebih panjang. Ini berarti udara bergerak lebih cepat di atas permukaan sayap, mengurangi tekanan udara di bagian atas sayap dan menciptakan gaya angkat. Selain itu, sudut atau kemiringan sayap membelokkan udara ke bawah sehingga menimbulkan gaya reaksi dalam arah berlawanan sehingga menimbulkan gaya angkat. Gaya angkat ini terbentuk karena adanya perbedaan tekanan udara di bawah dan di atas sayap.

Sayap yang lebih luas menghasilkan gaya angkat yang lebih besar dibandingkan sayap yang lebih sempit. Jadi burung yang bersayap lebih sempit perlu terbang lebih cepat untuk mempertahankan gaya angkat yang sama dengan burung yang bersayap lebih luas.

“Beban sayap” menunjukkan seberapa cepat seekor burung harus terbang agar mampu mempertahankan gaya angkat. Dalam aerodinamika, “beban sayap” adalah massa total seekor burung dibagi luas sayapnya. Kecepatan terhentinya seekor burung ketika terbang lurus dan datar sebagian ditentukan oleh “beban sayap”nya.

Angka “beban sayap” yang lebih kecil berarti burung dapat terbang lebih lambat dengan tetap mempertahankan gaya angkat dan lebih mudah bermanuver.

Meluncur

Ketika seekor burung sedang meluncur, burung tidak perlu melakukan pekerjaan apa pun. Sayap direntangkan ke samping badan dan tidak mengepak. Saat sayap bergerak di udara, sayap ditahan agak miring, yang membelokkan udara ke bawah dan menyebabkan reaksi dalam arah berlawanan, yaitu gaya angkat. Namun ada juga gaya hambat (hambatan udara) pada tubuh burung, sehingga sesekali burung harus miring ke depan dan sedikit menukik agar dapat mempertahankan kecepatan maju ke depan.

Membubung

Terbang membubung ke atas merupakan jenis luncuran khusus. Burung yang terbang di atas daratan membubung karena arus udara yang meningkat yang disebut termal. Karena udara naik, maka burung dapat mempertahankan ketinggiannya di atas tanah. Burung laut besar Albatros di Samudra Antarktika dan Pasifik Utara juga terbang tinggi tanpa mengepakkan sayapnya, terkadang sampai berjam-jam lamanya. Burung ini menggunakan lompatan dinamis – sebuah teknik yang memanfaatkan angin laut untuk memberikan daya angkat sambil membentuk pola S di atas puncak dan lembah gelombang. Albatros menggunakan jenis terbang ini untuk mendukung perjalanannya lebih dari setahun di laut.

Mengepakkan sayap

Burung mengepakkan sayapnya dengan gerakan naik-turun. Hal ini mendorong burung untuk bergerak maju. Seluruh rentang sayap harus berada pada sudut tempuh yang tepat, yang berarti sayap harus bergerak dan melakukannya secara otomatis dengan setiap gerakan ke bawah agar tetap selaras dengan arah perjalanan.

Sayap burung menghasilkan gaya angkat dan daya dorong selama digerakan ke bawah. Udara dibelokkan ke bawah dan juga ke belakang. Burung mengurangi sudut tempuhnya dan melipat sebagian sayapnya pada gerakan ke atas sehingga burung dapat melewati udara dengan hambatan sekecil mungkin. Bagian dalam sayap memiliki gerakan yang sangat sedikit dan dapat memberikan gaya angkat dengan cara yang mirip dengan meluncur.

Daya dorong

Burung memperoleh daya dorong dengan menggunakan ototnya yang kuat dan mengepakkan sayapnya. Beberapa burung mungkin melompat dari pohon untuk memberinya dorongan ke depan untuk memulai terbang. Burung yang lain dapat menggunakan lari dengan kecepatan tertentu untuk lepas landas dari tanah hingga dapat terbang.

Kemampuan terbang sesuai kebutuhan

Burung yang berbeda memiliki ciri adaptif yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan terbangnya, ada contoh-contoh sebagai berikut.

Beberapa burung berukuran kecil yang dapat memanipulasi sayap dan ekornya untuk bermanuver dengan mudah, seperti pīwakawaka/fantail. Burung ini merupakan salah satu dari sedikit spesies burung berasal dari hutan yang mampu bertahan dengan baik dalam konversi hutan yang menjadi lahan pertanian.

Elang, dengan lebar sayapnya yang besar, mampu melaju dengan cepat dan terbang tinggi.

Gannet burung laut besar cirinya bertubuh langsing sehingga dapat menukik dengan kecepatan tinggi (190 kilometer per jam) guna menyelam ke dalam laut untuk mencari ikan.

Godwits, meski kecil, mampu terbang ribuan kilometer tanpa berhenti selama 11 hari.

Kesimpulan

Allah mengilhamkan kepada burung agar mengepakkan sayap dan menariknya, tidak ada yang membuatnya bisa terbang dan tidak jatuh kecuali Allah yang Mahakuasa. Kemampuan burung yang merupakan pemberian dari Allah mengandung petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada Allah, karena mereka adalah orang-orang yang mengambil faedah dari petunjuk dan pelajaran.(*/Adv)


Kolom Komentar

You must login to comment...