Kementan Dorong Percepatan Tanam di Aceh Besar Melalui Program Pompanisasi 

Pangannews.id

Jumat, 12 April 2024 18:13 WIB

news
Kementan Dorong Percepatan Tanam di Aceh Besar Melalui Program Pompanisasi. (Foto: Dok. Kementan)

PanganNews.id Aceh Besar, - Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong percepatan tanam seluas 135 hektare di Produksi Aceh melalui program Pompanisasi.

Luasan lahan tersebut berada di dua lokasi. Yakni di Kecamatan Leupung Leupung dengan luas 120 hektare dan Lhoknga seluas 15 hektare yang keduanya berada di Kabupaten Aceh Besar. 

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian mengatakan, langkah ini bertujuan untuk memastikan kelangsungan produksi petani serta meningkatkan indeks pertanaman (IP) di tengah ancaman badai El Nino dan krisis pangan global.

“Selaras dengan arahan Menteri Pertanian, Pak Andi Amran Sulaeman, dalam rangka darurat pangan, Kementerian Pertanian terus dukung percepatan peningkatan produksi padi melalui Pompanisasi, Optimalisasi Lahan Rawa, dan Tumpang Sisip Padi Gogo dengan Kelapa Sawit," kata Sam.

Menurutnya, program Pompanisasi juga mampu meminimalisir kendala yang kerap kali dihadapi para petani untuk memenuhi produksi pertaniannya.

“Kendala yang sering dihadapi petani, tidak dapat berproduksi karena tidak bisa memanfaatkan pasokan air yang ada. Nah Pompanisasi salah satu solusi yang harapkan petani dalam proses peningkatan produksi," jelas Sam.

“Penggunaan pompanisasi terbukti secara nyata dapat mengoptimalkan pengelolaan pasokan air secara tepat dan efisien di lahan petani," imbuh Sam. 

Di samping itu, untuk memaksimalkan program tersebut, Sam mengatakan bahwa Kementan pada tahun ini akan mengalokasikan alsintan berupa traktor yang dikelola Brigade Alsintan dan bantuan pompa untuk peningkatan IP di beberapa kecamatan potensi tadah hujan di Kabupaten Aceh Besar termasuk Kelompok Tani (Poktan) di Makmur Bertani.

“Dinas Aceh besar diharapkan segera mengusulkan CPCL potensi-potensi lahan tadah hujan yang ada di kabupaten Aceh Besar," kata Sam.

Hal senada disampaikan pula Direktur Perbenihan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan selaku Penanggungjawab wilayah Aceh Besar, Gunawan yang dalam hal ini diwakili oleh Indra Rochmadi.

Dia menyebut bahwa kondisi lahan di Kecamatan Leupung masih bisa digenjot produksinya dengan peningkatan IP-0 menjadi IP-100 atau menjadi IP-200 melalui pompanisasi serta didukung dengan penggunaan benih padi bersertifikat serta varietas yang cocok untuk lahan gogo tadah hujan dan rawa. 

“Sesuai Data dari Dinas Pertanian Aceh Besar, Kecamatan Leupung tercatat memiliki luas baku lahan sawah sekitar 25.692 hektar, dengan potensi lahan yang bisa diakselerasi percepatan tanam sekitar 120 ha (IP-100 seluas 4 hektare, dan IP 0 atau Perluasan Areal Tanam yang terbengkalai tidak dapat dimanfaatkan akibat bencana Tsunami sekitar 116 hektare)," ujar Indra.

Adapun kondisi eksisting kec Leupung berupa pompa 1 unit ukuran 6 yang didukung 4 sumber air pompanisasi yakni Cekungan tadah hujan, air terjun Krung Sara, embung dan mata air Gunung Dayah Mamplam. 

Namun menurut Indra, kondisi itu perlu sentuhan alsintan untuk pembukaan lahan, penambahan pompa air, rehab saluran dan pipanisasi serta alsintan olah tanah.

“Produksi saat ini di lahan seluas 4 ha (IP-100) hanya sekitar 1.752 ton GKG, dengan asumsi produktivitas sekitar 4,38 ton/ha, bahkan dapat ditingkatkan lagi menjadi (IP 200) nantinya”, terang Indra. 

Indra berharap, jika dilakukan pembukaan lahan seluas 116 hektare, maka produksi yang akan dihasilkan menjadi 12.480 ton GKG, dengan asumsi produktivitas 5,2 ton/ha dan IP 200), atau meningkat kurang lebih sekitar 700 persen dari produksi awal, dan petani makin sejahtera.

Sementara, Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Bustami Hamzah mengungkapkan rasa terima kasih kepada Kementan akan program tersebut.

“Dengan bantuan pengolahan lahan sawah yang dulunya terkena dampak tsunami, pada hari ini dapat dimanfaatkan lagi oleh petani. Kami ucapkan terima kasih atas program ini," katanya.

Dia pun memastikan untuk mendukung penuh program tersebut agar para petani segera gerak cepat memanfaatkan musim hujan yang telah tiba serta menggunakan sarana prasarana pompa yang digulirkan oleh pemerintah.

"Sehingga hasil produksinya semakin meningkat, roda perekonomian petani berputar dan pada gilirannya kebutuhan pangan di Kab. Aceh Besar terpenuhi, petani makin sejahtera," jelas Bustami.

Salah satu Poktan di Makmue, Kecamatan Leupung, Aceh Besar, Raja Ubit mengatakan bahwa program Pompanisasi Kementan sangat membantu para petani di daerahnya.

“Dengan adanya gerakan tanam ini, sangat membantu petani di Kecamatan Leupung, semula lahan yang tidak dapat dimanfaatkan, menjadi lahan produktif buat kelompok kami, tentu akan meningkatkan kesejahteraan petani kami," ungkap Raja Ubit.

“Hal inilah yang membangkitkan semangat para petani Kecamatan Leupung untuk tetap bergeliat tanam dengan berharap adanya tambahan pompa dan traktor untuk lahan yang masih bisa dioptimalkan sebagai lahan produktif yang semula hanya 4 hektare menjadi seluas 120 hektare," imbuh Raja Ubit. (*/Adv)


Kolom Komentar

You must login to comment...