PanganNews.id, Majalengka- Harga bawang daun dan tomat terus merangkak naik, bahkan menyentuh Rp32.000 per kg dan Rp40.000 per kg berturut-turut.
Namun, di tengah mahalnya harga bibit bawang daun, petani di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, beralih ke bawang merah Bali Karet yang dianggap lebih ekonomis.
Menurut keterangan Encim dan Warsa petani holtikultura di Kecamatan Argapura, harga bibit bawang daun saat musim tanam mencapai Rp18.000 per kg, sedangkan harga bibit bawang merah sebesar Rp30.000 per kg.
Dipilihnya bawang merah oleh para petani karena tanaman bawang merah lebih berkembang dibanding bawang daun.
“Kalkulasinya jika dihitung bobot lebih tinggi bawnag merah, makanya bawnag merah,” ucap Encim.
Wajar menurutnya jika sekarang harga bawang daun atau petani menyebut bawang polong kini harganya selalu mahal sejak sebulan terakhir, karena harga binit mahal dan sekarang jarang petani yang tanam bawang polong.
“Di Panyaweuyan saja yang biasanya beratus–ratus hektare tanama bawang polong sekarang ganti oleh bawang merah jenis bali karet,” tutur dia.
Menurut Warsa petani yang banyak menanam bawang daun hanya di Argalingga dan Desa Cibuluh, sedangkan desa – desa lainnya petani berhenti tanam bawang daun karena harga biit mahal.
Demikian juga dengan harga tomat yang belakangan selalu mahal, itu dipicu oleh minimnya pasokan barang, petani menghindari tanam tomat karena curah hujan yang tinggi sehingga rentan serangan hama.
“Kalau tanam tomat menghadapi bulan Januari dan Februari itu sama dengan iwak nangtang sujen (melawan maut), tanam tomat menghadapi Januari dan Februari butuh ketelatena yang esktra, setiap pagi dan siang atau bahkan sore harus disemprot, modal yang dikeluarkan harus besar karena berharapan dengan cuaca, berhadapan dengan serangan hama yang tinggi,” jelas Jojo
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.