Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Jaga Stabilitas Harga, Bulog Cirebon Siap Genjot Pengadaan Gabah

Bagikan
Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon telah memulai pengadaan gabah dari petani (Istimewa)
Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon telah memulai pengadaan gabah dari petani (Istimewa)

PanganNews.id, Cirebon - Dalam upaya menjaga stabilitas harga gabah di tengah panen raya, Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon telah memulai pengadaan gabah dari petani sejak beberapa hari setelah Lebaran.

Kepala Bulog Cirebon, Imam Firdaus Jamal, mengungkapkan bahwa hingga kini pengadaan telah mencapai 3.433 ton setara beras. Imam optimis bahwa jumlah tersebut akan terus bertambah mengingat panen akan semakin banyak pada akhir April hingga Mei mendatang.

"Kami akan menggenjot pengadaan," ujar Kamis 25 April 2024.

Strategi yang digunakan Bulog Cirebon meliputi membuka kantor hingga akhir pekan dan melakukan pembayaran cashless hingga malam hari.

"Biasanya bongkar di gudang sampai sore, jadi kami buka pembayaran hingga malam," tambah Imam.

Bulog Cirebon menargetkan penyerapan beras untuk Public Service Obligation (PSO) mencapai 41 ribu ton, sementara untuk beras komersial mencapai 5 ribu ton. 

"Jadi total pengadaan kita 41 ribu ton setara beras," ungkap Imam. 

Pengadaan ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga gabah petani agar tidak anjlok di tengah puncak panen.

Selain upaya pengadaan, harga gabah dan beras diatur berdasarkan Badan Pangan Nasional No 167 tahun 2024 tentang fleksibilitas harga pembelian gabah dan beras dalam rangka penyelenggaraan cadangan beras pemerintah.

Fleksibilitas harga ini memberikan harga gabah kering giling (GKP) di petani sebesar Rp 6.000 per kilogram, gabah kering giling (GKG) di gudang Bulog sebesar Rp 7.400 per kilogram, dan harga beras di gudang Bulog sebesar Rp 11.000 per kilogram.

"Insya Allah mudah-mudahan penyerapan lebih optimal," kata Imam.

Dari sisi petani, Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon, Tasrip Abu Bakar, menjelaskan bahwa harga gabah di tingkat petani saat ini berkisar antara Rp 5.400 hingga Rp 5.500 per kilogram untuk kualitas satu, sedangkan untuk gabah kualitas dua dihargai Rp 5.200 hingga Rp 5.300 per kilogram. 

"Untuk gabah kualitas satu yang dipanen menggunakan mesin combine. Sedangkan gabah kualitas dua dipanen menggunakan grabagan," jelas Tasrip.

Tasrip menambahkan bahwa harga gabah saat ini jauh lebih rendah dibandingkan Februari 2024, ketika harga GKP di Kabupaten Cirebon mencapai Rp 8.500 per kilogram. Penurunan harga ini disebabkan oleh panen yang bersamaan di berbagai daerah.

"Harga gabah saat ini jatuh karena masa panen yang berbarengan di berbagai daerah, di Jawa Barat, Jawa Tengah," jelasnya.

Masalah ini diperparah dengan kondisi petani yang harus melakukan tanam ulang akibat banjir, yang meningkatkan biaya produksi karena perlu membeli bibit, pupuk, obat-obatan, dan membayar upah pekerja.

Menteri Pertanian Andi Arman Sulaiman sebelumnya telah mengimbau Bulog untuk membeli gabah dari petani di tengah panen raya untuk menstabilkan harga, namun Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menekankan bahwa pembelian gabah oleh Bulog harus disesuaikan dengan situasi pasar. 

"Misal gabah Rp 6.000, Bulog bisa serap tapi tidak boleh mengganggu produksinya," jelas Arief.

Dengan berbagai strategi dan koordinasi antarinstansi ini, diharapkan stabilitas harga gabah dan beras dapat terjaga di tengah panen raya, sehingga memberikan manfaat bagi petani dan konsumen.

Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien

Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal