PanganNews.id, Jakarta- Inovasi terus menjadi langkah penggerak dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas sektor pertanian.
Terobosan terbaru datang dari Tim ICEDEEP (Inovasi Cerdas untuk Pengembangan Pertanian), sebuah kelompok inovator milenial dari mahasiswa Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri (TRKI) Vokasi Undip.
Tim ini diketuai oleh Syaikha Butsaina Dhiya’ulhaq beserta dua rekannya, Malika Pintanada Kaladinanty dan Haliza Ramadiani.
Syaikha Butsaina Dhiya’ulhaq, mahasiswi angkatan 2020, menjelaskan bahwa konsep pengembangan sistem mina padi menggabungkan tata letak baru dan teknologi sensor.
"Penemuan ini menjanjikan langkah besar dalam meningkatkan produksi padi sambil memperhatikan keberlanjutan lingkungan," ungkap Syaikha.
Salah satu komponen kunci dalam sistem ini adalah sensor pH kolam yang inovatif, dirancang untuk mendeteksi penurunan pH akibat peningkatan kadar nitrat dari feses bebek yang digunakan sebagai pakan ikan.
Syaikha, yang telah memiliki lima HKI dan beberapa publikasi internasional, menambahkan bahwa ketika pH kolam turun di bawah 5, sensor akan memberi sinyal ke pompa untuk mengalirkan air kolam ke sawah padi.
"Hal ini membantu menjaga keseimbangan lingkungan kolam dan memastikan kebutuhan air untuk pertumbuhan padi terpenuhi secara optimal," jelasnya.
Sistem ini juga dilengkapi dengan nano aerator bertenaga surya untuk suplai oksigen di kolam, memastikan kebutuhan oksigen ikan terpenuhi secara efisien.
Malika Pintanada Kaladinanty, mahasiswi angkatan 2022 dengan dua HKI, menjelaskan bahwa inovasi ICEDEEP juga mencakup perubahan dalam tata letak lahan untuk meningkatkan efisiensi dan penggunaan air.
"Konsep integrasi sensor ini mensinergikan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi pemborosan," kata Malika, yang telah mempublikasikan gagasan mereka di berbagai media massa nasional.
Haliza Ramadiani, mahasiswi angkatan 2022, menyoroti penggunaan panel surya untuk memberdayakan pompa dan sensor, yang membuat sistem ini mandiri secara energi dan berkelanjutan.
"Ini adalah salah satu keunggulan yang membedakan proyek kami," ujar Haliza.
Peran dosen pembimbing, Mohamad Endy Yulianto, Ketua Program Studi TRKI Vokasi Undip, sangat signifikan dalam pengembangan inovasi ini.
"Dukungan dan bimbingan intensif dari dosen kami sangat membantu dalam penyempurnaan rangkaian sensor ini," tambah Haliza.
Proyek ICEDEEP, didanai oleh PT Pertamina Kilang Plaju Internasional melalui Social and Technology Innovation Project, adalah contoh nyata bagaimana teknologi dan kolaborasi dapat menghasilkan solusi berdampak positif bagi petani, lingkungan, dan masyarakat.
"Semoga inovasi ini membawa manfaat besar dan harapan akan masa depan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan," pungkas Haliza.
Penulis: Ajat Nicko
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.