PanganNews.id, Padang - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang menyampaikan bahwa pihaknya akan sesegera mungkin mendatangkan beras dari Myanmar sebanyak 5.000 ton.
"Kita masih impor beras, dan ini mau datang 5.000 ton beras dari Myanmar," kata Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Andree Harmadi Algamar.
Ia memaparkan bahwa kebijakan itu diambil lantaran berad dalam Kota belum memenuhi kebutuhan pangan beras warga Padang yang jumlahnya mencapai 900 jiwa lebih.
Ia menyampaikan kebijakan impor beras penting untuk segera direalisasikan sebab, jika terus ditunda akan berdampak buruk pada pemenuhan pangan warga.
"Kalau beras hilang atau kurang ini bahaya," ujar dia mengingatkan.
Oleh karena itu, pemerintah daerah setiap saat terus memantau ketersediaan beras termasuk yang ada di gudang Bulog setempat. Tidak hanya itu, setiap pagi ia uga rutin mengecek kebutuhan pokok selain beras.
Sembari menunggu kedatangan beras impor tersebut pemerintah setempat juga menggenjot areal persawahan salah satunya lewat bantuan Stasiun Klimatologi Kelas II yang menyiapkan Sekolah Lapang Iklim Operasional.
Kehadiran Sekolah Lapang Iklim diharapkan mampu meningkatkan pemahaman petani terkait musim, cuaca dan sebagainya yang berkaitan dengan musim tanam padi. Apabila petani memiliki pengetahuan tersebut maka hasil pertanian dapat meningkat drastis.
Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Provinsi Sumbar Heron Tarigan mengatakan Sekolah Lapang Iklim ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang iklim secara umum, termasuk informasi yang berkaitan dengan pertanian.
"Jadi, tujuan akhir dari Sekolah Lapang Iklim ini ialah meningkatkan produksi petani sehingga berdampak pada kesejahteraan petani," kata Tarigan.
Penulis: Egi Abdul Mugni
Editor: R Muttaqien


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.