Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Kembalikan Kejayaan Apel Malang, Pertanian Presisi Jadi Solusi

Bagikan
Ilustrasi apel malang. (ist)
Ilustrasi apel malang. (ist)
 
PanganNews.id, Kota Batu - Siapa yang tak kenal Apel Malang. Buah kebanggaan masyarakat Kota Batu tersebut pernah menjadi komoditas primadona di Malang pada tahun 1981-1997.
 
Seiring berjalannya waktu popularitas apel Malang menurun. Pemerintah daerah pun menggandeng Pusat Riset Hortikultura (PRHorti) BRIN untuk mengembalikan popularitas apel malang melalui pertanian presisi.
 
Periset PRHorti, Anang Triwiratno mengatakan, pertanian presisi adalah sistem manajemen pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan penggunaan sumber daya.
 
Melalui peningkatan hasil dan berkurangnya dampak lingkungan yang merugikan dengan memanfaatkan teknologi informasi.
 
“Saat melakukan audiensi dengan Aries Agung Paewai selaku Wali Kota Batu. Kami merekomendasikan beberapa langkah  perbaikan. Diantaranya penerapan teknologi budidaya presisi melalui pemupukan dan pengendalian penyakit secara ramah lingkungan dan perbaikan kultivar apel Malang melalui kegiatan bioteknologi (genome editing),” kata dia, dikutip dari brin.go.id, Minggu 14 Juli 2024.
 
Anang menuturkan, langkah-langkah perbaikan tersebut dilakukan agar dihasilkan produksi apel lokal tropis dengan kualitas prima yang mampu bersaing dengan apel impor.
 
Kegiatan penerapan pertanian presisi pada apel Malang meliputi studi genetik-fisiologi untuk pengamatan eksisting status tanaman apel Malang di beberapa lokasi di Jawa Timur.

Sekaligus perakitan varietas baru dengan pendekatan Genome Editing (GE) untuk perbaikan karakter rasa dan tampilan buah apel Malang.
 
Sedangkan penerapan teknologi pemupukan sekaligus pengendalian serangan penyakit busuk buah (Gleosporium sp.) ramah lingkungan, pihaknya menggunakan biopestisida yang berasal dari enam konsorsium agens hayati.
 
“Untuk pengkoleksian lima varietas apel Malang yang masih ditanam beberapa petani apel, yaitu Aapel Rome Beauty, Apel Manalagi, Apel Anna, Apel Wanglin, dan Apel Princess Noble atau Apel Hijau telah dikoleksi di KKI Purwodadi sebagai koleksi sumber daya genetik apel untuk tujuan konservasi ex-situ. Rencananya akan disusun standar operation prosedur budidaya presisi dan ramah lingkungan,” imbuh Anang.
 
Langkah-langkah perbaikan tersebut dilakukan agar dihasilkan produksi apel lokal tropis dengan kualitas prima yang mampu bersaing dengan apel impor.
 
Dalam upaya peningkatan kualitas apel malang ini, tim riset PRH bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di pemerintah kota Batu akan bersinergi menekan penurunan populasi tanaman apel dan mengembalikan kejayaan tanaman apel di Kota Batu.
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal