PanganNews.id Tangerang, - Oleh: Ade Mujhiyat
(Pegawai Negeri Sipil di Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian).
Penanganan Kerawanan Pangan menjadi perhatian khusus pemerintah Kabupaten Tangerang. Belum lama ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang melaksanakan kegiatan sosialisasi dan pemetaan kerawanan pangan di 6 kecamatan dan 18 desa/kelurahan yang terindikasi rentan rawan pangan prioritas 2 dan 3, hasil pemetaan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA).
Pada kegiatan tersebut disampaian hasil pemetaan FSVA Tahun 2023 dan intervensi yang dilakukan oleh DPKP serta rekomendasi intervensi yang harus dilakukan. Terutama terkait seputar bencana, intervensi yang dapat dilakukan serta rekomendasi prosedur pengajuan bantuan berupa pangan/logistik, prasarana, rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat. Termasuk didalamnya mengenai penggunaan dana desa untuk ketahanan pangan, yang bisa dimanfaatkan untuk perbaikan saluran cacing/tersier, lumbung pangan desa/CPP-Desa, dan pemanfaatan lahan/pekarangan melalui pemberdayaan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Tangerang juga melakukan sinergi dan kolaborasi untuk menjaga stabilitas pasokan pangan dengan Kementerian Pertanian (Kementan), Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) dan Badan Urusan Logistik (Bulog). Sinergi yang dilakukan antara Pemerintah Pusat dan Daerah tersebut meliputi pemantauan untuk menegakkan keamanan stok pangan serta ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok dan barang penting (Bapokting) dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.
Kegiatan pemantauan stabilitas pasokan pangan tersebut ditujukan untuk memastikan jaminan ketersediaan dan harga pangan di wilayah Tangerang dan sekitarnya. Jangan sampai pada saat masyarakat membutuhkan pangan, mereka sulit mendapatkan bahan pangan. Dengan adanya pemantauan diharapkan kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau. Selain itu, para petani juga diharapkan terus berproduksi agar stabilitas harga pangan di Indonesia terjaga.
Jaminan Ketersediaan Pangan
Guna menjaga ketersediaan dan ketahanan pangan di Tangerang, pihak Pemkot Tangerang bersama Bulog dan jajaran terkait selalu berkolaborasi untuk memastikan ketersediaan pangan di tengah masyarakat tetap terjaga. Sehingga cadangan pangan berada pada kondisi yang stabil dengan stok yang cukup.
Pemkot Tangerang juga melakukan kegiatan-kegiatan seperti gerakan pangan murah di 39 titik di setiap Kecamatan yang berisi Bapokting termasuk beras, daging, minyak goreng dan cabai. Tidak hanya itu, pada saat gejolak harga terjadi, Pemkot dengan Perum Bulog melakukan bazaar pangan serentak di setiap Kelurahan yang ada di Kota Tangerang.
Pemkot Tangerang juga berupaya menjamin ketersediaan pasokan kebutuhan pangan asal ternak untuk masyarakat kota Tangerang dengan penduduk sebesar 1,9 juta jiwa bisa tercukupi. Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang periode Januari-Maret 2024, bahwa komoditas pangan hewani berupa daging sapi pada Maret mengalami surplus 7.904 ton, daging ayam ras surplus 5.497 ton dan telur ayam ras surplus 104 ton.
Jika terjadi kenaikan harga pangan asal ternak, DKP bekerja sama dengan distributor turun langsung melakukan penjualan secara langsung ke masyarakat dengan harga di bawah harga pasaran, sehingga bisa memberikan jangkauan kepada masyarakat agar mendapatkan harga yang murah. Selain ketersediaan pangan, yang tidak kalah penting untuk diperhatikan juga adanya jaminan keamanan pangan bagi masyarakat, agar aman dikonsumsi sebagaimana konsep Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).
Komitmen Kementerian Pertanian
Dalam skala nasional, Kementerian Pertanian berkomitmen menjaga stabilitas pasokan pangan untuk kebutuhan masa kini dan masa depan. Kementan telah menjalankan langkah-langkah refocusing untuk menjaga stok pangan, khususnya beras, melalui berbagai strategi pemeliharaan lahan dan penyediaan insentif bagi petani. Pemerintah pusat juga tetap berkomitmen memperkuat upaya dalam mendukung produksi pangan yang berkelanjutan dan memastikan ketersediaan pangan yang mencukupi untuk semua.
Terkait dengan pangan hewani, saat ini ketersediaan pangan asal ternak berupa daging sapi, kerbau, daging ayam ras dan telur ayam ras dalam kondisi tercukupi. Upaya-upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan asal ternak pun terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu dengan cara menggerakkan hasil produksi dalam negeri melalui distribusi dari wilayah surplus ke wilayah minus, termasuk ke daerah-daerah yang banyak penduduk atau yang kebutuhannya tinggi, sehingga tidak terjadi lonjakan harga. Juga berupaya meningkatkan kelancaran distribusi dari peternak dan produsen ke area konsumen.
Semoga segala upaya yang dilakukan pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas pangan dapat tercapai dengan gemilang. Sehingga ancaman krisis dan kerawanan pangan pada masyarakat dapat diantisipasi dan dicegah lebih dini. Khususnya di daerah Tangerang dan sekitarnya. Wallahu a’lam. (*/Adv)


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.