PanganNews.id, Bogor - Jumlah petani muda dari kalangan milenal terus digenjot, salah satunya di Kabupaten Bogor.
Hal itu dilakukan Tim Kolaborasi Nasional (TKN) Fanta yang terus berupaya mencetak petani dari kalangan milenial.
Yakni berikan pelatihan dan pendampingan kepada petani-petani muda di Kabupaten Bogor Jawa Barat.
Hal itu diungkapkan Koordinator TKN Fanta Village, Supardi.
"Misi kita adalah memperjuangkan pangan, juga memperjuangkan bagaimana petani ini tidak punah. Selain bertani, kami juga mengupayakan regenerasi petani dengan berbagai pelatihan dan pendampingan kepada petani pelajar yang kita bina," kata dia.
Supardi, yang juga merupakan Koordinator Petani Milenial se-Kabupaten Bogor itu, juga mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan pelatihan bahasa kepada petani milenial.
Tujuannya, untuk meningkatkan kapasitas para petani muda yang saat ini didominasi kalangan pelajar.
“Selain itu, setiap hari Rabu juga kami belajar Bahasa Jepang untuk meningkatkan kapasitas adik-adik di sini. Insya Allah, kita berjuang untuk masa depan pangan Indonesia, sebab jika bukan generasi kita, siapa lagi?” ucap Supardi.
Komandan TKN Fanta, Arief Rosyid Hasan mengatakan, salah satu problem anak muda saat ini utamanya adalah lapangan kerja. Jadi cepat-cepat lulus S1 (sarjana) tidak serta merta menyelesaikan masalah untuk mendapatkan pekerjaan.
Mengutip Data BPS 2017-2022, kata Arief, bahwa dari lulus kuliah belum tentu bisa kerja di sektor formal. Hanya sekitar 13 persen yang lulus dan mendapatkan pekerjaan.
"Pengabdian di sektor formal bukan satu-satunya opsi setelah lulus kuliah. Namun, masih ada sektor pertanian yang perlu menjadi perhatian," ujar Arief.
Arief mengajak anak muda untuk ikut berkontribusi dalam sektor pertanian, salah satunya menjadi petani milenial. Pasalnya, sektor pertanian perlu mendapatkan perhatian khusus untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Menurut dia, ketahanan pangan menjadi satu dari tujuh strategi kebijakan jangka pendek akan difokuskan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi.


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.