Pangannews.id, Jakarta - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan penyerapan produk perikanan dan kelautan di Indonesia. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Budi Sulistiyo, menyatakan perlunya kolaborasi dalam memaksimalkan penyerapan produk perikanan melalui program ini.
"(Potensinya) besar, kita harus melakukan penyerapan bersama-sama," ujar Budi Sulistiyo di Jakarta, Senin (2/9/2024), seperti dikutip dari antara.
KKP akan melakukan kurasi terhadap pelaku usaha untuk memastikan mereka memenuhi standar pengolahan yang ditetapkan, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Berbagai solusi akan diterapkan untuk meningkatkan asupan protein dalam program MBG, termasuk penyediaan produk perikanan dalam bentuk segar, olahan, atau bahan-bahan terfortifikasi protein ikan.
"Ikan merupakan sumber protein yang baik untuk masyarakat Indonesia. Kami akan mengarahkan produk perikanan ke arah tersebut untuk mendukung peningkatan gizi," ujarnya.
Dengan memanfaatkan produk perikanan dalam program MBG, KKP berharap asupan protein masyarakat Indonesia dapat meningkat dan lebih baik dibandingkan dengan negara tetangga seperti Vietnam serta negara maju lainnya.
"Kami juga akan memasarkan ikan di dalam negeri sebagai bahan asupan protein untuk mewujudkan generasi emas Indonesia," kata Budi.
Selain manfaat kesehatan, Budi juga menekankan bahwa penyerapan produk perikanan melalui program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Sebelumnya, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, mengungkapkan bahwa program MBG akan diperluas pada tahun 2025 untuk mencakup tidak hanya siswa sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi di bawah lima tahun.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kecukupan gizi, mengurangi stunting, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp71 triliun, atau 0,29 persen dari produk domestik bruto (PDB), untuk program ini. Selain itu, program MBG diharapkan dapat merangsang pertumbuhan ekonomi sekitar 0,10 persen dengan penyerapan 820.000 pekerja dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terlibat dalam pelaksanaannya.


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.