Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Lahan 935.504 Hektar di Jateng Beresiko Banjir, Masyarakat Diminta Waspada

Bagikan
BPBD Jawa Tengah mulai melakukan langkah mitigasi, termasuk pemetaan daerah rawan banjir dan penguatan tanggul kritis.
BPBD Jawa Tengah mulai melakukan langkah mitigasi, termasuk pemetaan daerah rawan banjir dan penguatan tanggul kritis.

Pangannews.id - Lahan seluas 935.504 hektar di Jawa Tengah diprediksi berisiko mengalami banjir pada musim penghujan mendatang, khususnya di wilayah pantai utara seperti Semarang, Demak, dan Pekalongan.

Mengantisipasi potensi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah mulai melakukan langkah mitigasi, termasuk pemetaan daerah rawan banjir dan penguatan tanggul kritis.

Kepala BPBD Jateng, Bergas Catursasi, menjelaskan bahwa timnya telah diarahkan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat di titik-titik rawan banjir.

"Kami akan mendekati masyarakat di daerah yang sering mengalami banjir untuk memberikan pengingat dan edukasi. Jika belum ada desa tahan bencana (Destana), kami akan memulai sosialisasi dan edukasi di daerah tersebut," ungkap Bergas, Rabu (16/10).

Selain wilayah pantura, daerah aliran sungai (DAS) di beberapa kabupaten seperti Grobogan, Klaten, Cilacap, Boyolali, Kabupaten Semarang, Pati, dan Kudus juga diidentifikasi berisiko terdampak banjir.

Bergas mengimbau masyarakat di wilayah rawan untuk tetap waspada terhadap ancaman banjir dan longsor, terutama bagi mereka yang tinggal di dataran rendah dan sekitar aliran sungai besar. Sementara itu, bagi warga di daerah perbukitan, penting untuk memperhatikan tanda-tanda awal longsor, seperti retakan tanah dan suara gemuruh dari lereng bukit.

"Masyarakat yang biasa terdampak banjir diharapkan siap melakukan langkah-langkah penyelamatan diri dan aset. Pastikan barang-barang berharga seperti kursi dan benda penting lainnya diamankan," tambahnya.

Selain itu, mengetahui jalur evakuasi dan tempat penampungan sementara yang telah ditentukan oleh pihak berwenang menjadi hal krusial selama musim penghujan.

"Keluarga sebaiknya sudah mempersiapkan tempat evakuasi, seperti berpindah ke rumah saudara atau tetangga jika diperlukan," jelas Bergas.

Dia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran penyakit yang rentan terjadi selama musim hujan. Terakhir, masyarakat diimbau untuk memantau informasi peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui perkembangan cuaca setiap saat.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal