Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Papua Barat Gunakan Insinerator untuk Atasi Limbah Medis Rumah Sakit

Bagikan
Papua Barat Gunakan Insinerator untuk Atasi Limbah Medis Rumah Sakit.
Papua Barat Gunakan Insinerator untuk Atasi Limbah Medis Rumah Sakit.

Pangannews.id - Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Papua Barat mulai mengoperasikan fasilitas insinerator berkapasitas 150 kilogram per jam untuk mengelola limbah medis atau limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Fasilitas insinerator ini bertujuan untuk menangani limbah medis dari berbagai rumah sakit di Papua Barat, seperti obat-obat kedaluwarsa dan peralatan medis sekali pakai, yang selama ini belum memiliki pengelolaan yang memadai.

Kepala DLHP Papua Barat, Reymond Richard Hendrik Yap, menjelaskan bahwa fasilitas insinerator yang berlokasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kabupaten Manokwari ini sudah mulai beroperasi dengan mengambil bahan baku awal dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Teluk Bintuni.

"Kami sudah mulai beroperasi dengan bahan baku awal diambil dari RSUD Kabupaten Teluk Bintuni," kata Reymond, dilansir dari Antara.

Sebelum insinerator ini dioperasikan, DLHP Papua Barat terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada seluruh pemangku kepentingan, terutama fasilitas pelayanan kesehatan, untuk memastikan pemahaman yang jelas mengenai prosedur pengelolaan limbah medis yang tepat.

Reymond menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga fasilitas ini, mengingat insinerator tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan sudah dihibahkan menjadi aset Pemerintah Provinsi Papua Barat.

"Kami sudah sosialisasikan kepada masyarakat supaya bisa ikut menjaga insinerator ini karena di Tanah Papua hanya ada di Manokwari," ujar Reymond.

Fasilitas insinerator ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengelolaan limbah medis, sekaligus menjaga kualitas lingkungan, air, dan udara di Papua Barat.

DLHP Papua Barat telah melakukan uji coba pembakaran untuk mengukur tingkat pembuangan emisi gas, dan hasilnya masih berada di bawah ambang baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Pengoperasian insinerator secara berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan mendukung kesehatan masyarakat setempat.

Selain itu, DLHP Papua Barat juga telah bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit, seperti RSUD Jayapura dan RSUD Kabupaten Teluk Bintuni, yang secara rutin mengirimkan limbah medis mereka untuk diolah di Manokwari.

Reymond menjelaskan bahwa kehadiran insinerator ini juga dapat mengurangi biaya pengolahan limbah medis yang selama ini harus dikirim ke luar Papua, seperti Surabaya, Jawa Timur. "Ini jadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru," tambah Reymond.

Pengelolaan insinerator ini diserahkan kepada rekanan profesional yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Padoma, yang akan bertanggung jawab dalam operasi dan pemeliharaan fasilitas tersebut.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal