Pangannews.id - Kelompok Tani (Koptan) Sukabungah di Kabupaten Lebak, Banten, berhasil meraih pendapatan hingga Rp3,7 miliar per musim panen.
Dengan lahan seluas 150 hektare dan 200 anggota, usaha pertanian padi sawah mereka telah menjadi andalan ekonomi masyarakat setempat.
"Kita bisa menghasilkan pendapatan ekonomi rata-rata Rp 3,7 miliar per musim panen," ungkap Ketua Koptan Sukabungah, Ruhiana, dikutip Senin, 9 Desember 2024.
Ruhiana menjelaskan bahwa produktivitas padi mereka mencapai 5 ton gabah basah per hektare. Dari hasil tersebut, jika dikonversi menjadi beras sebanyak 370 ton dan dijual seharga Rp10.000 per kilogram, maka pendapatan per musim panen mencapai Rp3,7 miliar.
Keberhasilan ini tidak terlepas dari program bimbingan teknis (Bintek) sistem penyuluhan tepat sasaran (Sipatas). Melalui program ini, kelompok tani dibimbing untuk memiliki profil kelompok lengkap dengan data kepemilikan lahan dan solusi permasalahan pertanian.
"Kami sangat terbantu dengan adanya profil kelompok tani. Penyuluh pertanian kini dapat mendampingi kami lebih efektif," ujar Ruhiana.
Kepala Bidang Penyuluhan dan Perizinan Dinas Pertanian Provinsi Banten, Erry Yanuar, menambahkan bahwa keberhasilan ini didukung oleh tenaga penyuluh yang terlatih dan memahami teknologi budidaya modern.
"Profil kelompok tani sangat penting untuk menggali potensi wilayah dan mencari solusi permasalahan pertanian," tuturnya.
Erry berharap program Sipatas terus meningkatkan swasembada pangan di Indonesia.
Editor: Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.