Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

BNPB dan BMKG Terbangkan Pesawat untuk Modifikasi Cuaca di Selatan Jawa Barat

Bagikan
BNPB dan BMKG Terbangkan Pesawat untuk Modifikasi Cuaca di Selatan Jawa Barat. (Gambar ilustrasi : Pixabay)
BNPB dan BMKG Terbangkan Pesawat untuk Modifikasi Cuaca di Selatan Jawa Barat. (Gambar ilustrasi : Pixabay)

Pangannews.id - Operasi modifikasi cuaca mulai dilaksanakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (11/12/24).

Dua armada pesawat telah diterbangkan untuk mengendalikan intensitas hujan yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Jawa Barat, terutama di Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Lukmansyah, menyatakan bahwa cuaca yang labil dengan intensitas hujan sedang hingga tinggi di kawasan selatan Jawa Barat menjadi perhatian utama. Modifikasi cuaca ini diharapkan dapat mengurangi dampak bencana hidrometeorologi yang sering terjadi akibat tingginya curah hujan.

"Operasi modifikasi cuaca ini bertujuan untuk mengendalikan cuaca di wilayah selatan Jawa Barat agar penanganan darurat bencana di kawasan tersebut, seperti Kabupaten Sukabumi, dapat berjalan lebih optimal dan efisien," ujar Lukmansyah, seperti dikutip dari Antara.

BNPB mencatat, pada 3-4 Desember 2024, sebanyak 39 kecamatan di Kabupaten Sukabumi terdampak bencana hidrometeorologi, yang mencakup banjir bandang, tanah longsor, dan pergerakan tanah. Bencana ini disebabkan oleh tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, jumlah warga yang terdampak bencana terus bertambah. BNPB melaporkan bahwa jumlah warga yang terdampak bertambah dari 10.160 menjadi 10.237 orang. Selain itu, sebanyak 2.988 orang mengungsi akibat bencana ini.

Sayangnya, bencana tersebut juga menelan korban jiwa, dengan 10 orang meninggal dunia dan dua orang lainnya masih dinyatakan hilang setelah dilakukan pencarian selama lebih dari seminggu.

Lukmansyah berharap dengan diterbangkannya dua armada pesawat dan dilakukannya modifikasi cuaca, penanganan tanggap darurat dapat lebih cepat dan efektif.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa setiap pesawat dalam operasi tersebut akan menaburkan zat natrium klorida (NaCl) ke dalam awan potensial di wilayah selatan Jawa Barat.

Hal ini bertujuan untuk memecah gumpalan awan penghujan yang ada, seperti di Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Banten bagian selatan, serta mengarahkannya ke laut. Dengan demikian, intensitas hujan di wilayah tersebut dapat dikurangi.

Menurut analisa BMKG, wilayah selatan Jawa Barat masih berpotensi tinggi untuk diguyur hujan deras disertai badai yang dapat menyebabkan angin kencang dengan kecepatan mencapai 33 kilometer per jam (18 knot).

Fenomena atmosfer ini diperkirakan akan berlangsung hingga dua pekan ke depan, atau setidaknya hingga 15 Desember 2024, sebagaimana peringatan dini yang diumumkan BMKG pada Selasa (10/12/24).

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal