Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Balai Ternak Baznas Sukses Transformasi 59 Mustahik Jadi Muzaki di 2025

Bagikan
Balai Ternak Baznas sukses transformasi 59 mustahik jadi muzaki di 2025. (Foto : Pixabay)
Balai Ternak Baznas sukses transformasi 59 mustahik jadi muzaki di 2025. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Program Balai Ternak Baznas yang digulirkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menunjukkan hasil positif dalam upaya pengentasan kemiskinan di wilayah pedesaan.

Pada awal tahun 2025, Baznas berhasil mentransformasi 59 orang penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzaki) melalui pembinaan peternakan yang berkelanjutan.

Program Balai Ternak Baznas telah berhasil mengentaskan 335 peternak dari garis kemiskinan dan membawa mereka ke atas batas kecukupan dasar (had kifayah). Dengan demikian, program ini telah membantu peternak mustahik untuk meningkatkan taraf hidup mereka, bahkan ada yang kini mampu memberikan zakat.

Had kifayah nasional pada 2024 tercatat sebesar Rp4,61 juta, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang berada di angka Rp4,22 juta.

“Balai Ternak Baznas bukan sekadar bantuan sementara, tetapi solusi jangka panjang yang mampu meningkatkan taraf hidup mustahik hingga mereka naik kelas menjadi muzaki. Ini adalah bentuk nyata dari konsep pemberdayaan berbasis zakat,” ujar Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, Kamis (26/2/2025).

Balai Ternak Baznas telah hadir di 51 titik yang tersebar di seluruh Indonesia dengan komoditas ternak yang dibudidayakan, seperti domba, kambing, sapi, dan ayam broiler. Program ini telah melahirkan banyak muzaki baru.

Pada tahun 2025 ini, 59 peternak binaan dari 13 titik Balai Ternak di Pulau Jawa berhasil bertransformasi menjadi muzaki. Daerah-daerah tersebut meliputi Purworejo, Gresik, Kulon Progo, Garut, Madiun, Ngawi, Kebumen, Magelang, Serang, Gunung Kidul, Rembang, Banyumas, dan Bantul.

Dari 59 peternak yang kini menjadi muzaki, sebanyak 38 orang telah mandiri, sementara 21 lainnya masih dalam masa pendampingan yang berlangsung antara 12 hingga 72 bulan. Mereka terdiri dari 57 peternak laki-laki dan 2 perempuan.

Saidah menambahkan bahwa program ini memiliki dampak yang lebih luas. Efek domino dari program ini sangat besar. Ketika peternak sejahtera, mereka mulai membeli pakan dari pemasok lokal, menggunakan jasa transportasi, hingga mempekerjakan tenaga kerja dari komunitas sekitar.

Setiap tahunnya, Balai Ternak Baznas terus menghasilkan muzaki baru. Pada 2024, tercatat ada 9 muzaki baru yang berhasil dibina, sementara pada tahun-tahun sebelumnya, angka muzaki baru tercatat sebanyak 15 pada 2023, 8 pada 2022, 11 pada 2021, dan seterusnya.

Penghasilan yang diperoleh oleh muzaki baru dari hasil program ini berkisar antara Rp6,6 juta hingga Rp34,2 juta per bulan, Dengan terus berkembangnya program ini, diharapkan lebih banyak masyarakat di pedesaan yang dapat merasakan manfaat dan ikut berpartisipasi dalam menciptakan kesejahteraan melalui zakat.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal