Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Bulog Serap 100 Ton Beras Petani Cikeusik, Harga Sesuai HPP

Bagikan
Perum Bulog menyerap sekitar 100 ton beras dari petani di wilayah Banten, salah satunya di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. (Foto : ilustrasi/Pixabay)
Perum Bulog menyerap sekitar 100 ton beras dari petani di wilayah Banten, salah satunya di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang. (Foto : ilustrasi/Pixabay)

Pangannews.id – Perum Bulog menyerap sekitar 100 ton beras dari petani di wilayah Banten, salah satunya di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, dengan harga pembelian pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp 6.500 per kilogram untuk gabah, dan Rp 12.000 per kilogram untuk beras.

Kepala Cabang Bulog Lebak-Pandeglang, Agung Trisakti mengatakan, pihaknya turun langsung ke lapangan untuk memastikan penyerapan berjalan dengan baik dan tepat waktu.

"Bulog Lebak-Pandeglang telah menyerap 100 ton beras dari petani Cikeusik Pandeglang, dan penyerapan ini terus bertambah seiring mendekatnya musim panen raya," ujar Agung Trisakti pada Jumat (28/2/2025).

Ia juga menambahkan bahwa seluruh gabah dan beras yang diserap dari petani akan digunakan sebagai cadangan beras pemerintah (CBP), yang nantinya akan disalurkan untuk program pemerintah seperti Bantuan Pangan, Bantuan Penyediaan dan Stabilisasi Harga Pangan (SPHP), hingga untuk penanggulangan bencana alam.

Para petani di Cikeusik, Pandeglang menyambut baik langkah Bulog yang membeli gabah mereka dengan harga yang lebih tinggi dari tengkulak.

“Kami sangat senang, karena Bulog membeli gabah kami dengan harga yang cukup baik, yaitu Rp 6.500 per kilogram, sementara harga gabah di tingkat tengkulak biasanya hanya berada di kisaran Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per kilogram,” kata Ujang (55), salah satu petani di Cikeusik.

Keuntungan dari penjualan gabah ini cukup menguntungkan bagi petani. Dengan harga gabah yang dibeli Bulog Rp 6.500 per kilogram dan produksi rata-rata mencapai 6 ton per hektare, seorang petani dapat meraih pendapatan hingga Rp 39 juta per hektare. Setelah mengurangi biaya produksi sebesar Rp 10 juta, keuntungan bersih yang diperoleh petani bisa mencapai sekitar Rp 29 juta per hektare.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal