Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Tempe Berpotensi Jadi Warisan Budaya Dunia

Bagikan
Tempe berpotensi jadi warisan budaya dunia. (Foto : iStock)
Tempe berpotensi jadi warisan budaya dunia. (Foto : iStock)

Pangannews.id - Makanan hasil fermentasi kedelai, tempe, kini menjadi sorotan internasional sebagai warisan budaya yang tidak hanya berperan sebagai menu sehari-hari masyarakat Indonesia, tetapi juga sebagai sumber protein yang memiliki manfaat kesehatan luar biasa.

Tempe, yang telah lama menjadi bagian dari kuliner tradisional Indonesia, kini mendapat perhatian khusus untuk diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa tempe memiliki nilai istimewa tidak hanya dari sisi kelezatan, tetapi juga sebagai representasi dari kearifan lokal yang telah diwariskan turun temurun.

Menurutnya, kuliner adalah bagian integral dari ekspresi budaya dan tradisi lokal, serta menjadi aset penting yang bisa dikenalkan kepada dunia internasional. Seiring dengan pengakuan UNESCO terhadap jamu pada 2023, tempe pun dipandang memiliki potensi besar untuk masuk dalam daftar warisan budaya tak benda dunia.

“Kuliner tradisional kita adalah bagian dari warisan budaya tak benda, termasuk gastronomi, contohnya rendang yang memiliki 24 variasi di berbagai daerah. Tahun ini, pemerintah akan mendaftarkan tempe ke UNESCO sebagai warisan budaya tak benda,” ujar Fadli Zon.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pangan lokal Indonesia memiliki peran vital dalam pemajuan kebudayaan. Hal ini tercermin dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017, yang mengamanatkan pentingnya penguatan budaya pangan.

Menurutnya, berbagai produk pangan seperti padi, jagung, dan palawija, tidak hanya sekadar bahan makanan, tetapi juga bagian dari tradisi, upacara, dan doa-doa yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Indonesia.

Fadli Zon juga menambahkan bahwa sistem pertanian subak di Bali, yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia, menunjukkan betapa eratnya hubungan antara kebudayaan pangan dan sektor pertanian. Oleh karena itu, tempe, yang menjadi bagian dari warisan kuliner Nusantara, diharapkan dapat turut memperkaya kearifan budaya Indonesia yang dikenal di dunia.

Dr. Bondan Kanumoyoso, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, menyatakan bahwa tempe merupakan simbol kearifan budaya yang dihasilkan oleh masyarakat Indonesia.

“Tempe adalah warisan budaya yang sangat relevan dengan identitas bangsa Indonesia. Pengajuan tempe sebagai warisan budaya tak benda UNESCO adalah langkah yang sangat tepat,” ujar Bondan, seperti dikutip dari Antara.

Sebagai produk kuliner yang mudah diolah menjadi berbagai jenis hidangan, tempe memiliki potensi besar untuk dijadikan salah satu komoditas unggulan dalam mempromosikan kekayaan budaya Indonesia ke seluruh dunia.

Melalui pengakuan UNESCO, diharapkan tempe dapat lebih dikenal dan diapresiasi sebagai bagian dari warisan budaya dunia, sekaligus meningkatkan kesadaran global terhadap keberagaman kuliner Indonesia yang kaya akan nilai sejarah dan tradisi.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal