Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Desa Wisata Pertanian di Jembrana, Hasil Kolaborasi BUMDes dan Masyarakat

Bagikan
"Ilustrasi" desa wisata berbasis pertanian. (Foto: iStockphoto)
"Ilustrasi" desa wisata berbasis pertanian. (Foto: iStockphoto)

Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten Jembrana mulai mengembangkan desa wisata berbasis pertanian dengan merintis program di lima desa di Kecamatan Melaya. 

Program tersebut merupakan bagian dari konsep Kawasan Perdesaan Catusari Agrowisata yang akan dikembangkan secara bertahap ke kecamatan lain.

"Desa wisata berbasis pertanian dan perkebunan kami mulai dari lima desa di Kecamatan Melaya. Secara bertahap akan dikembangkan ke kecamatan lain," kata Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna di Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, dikutip dari Antara pada Jumat, 28 Maret 2025.

Ia menjelaskan, konsep Catusari Agrowisata sejalan dengan kultur agraris masyarakat Jembrana. Ke depannya, setiap desa yang masuk dalam program ini akan memiliki ciri khas tersendiri, seperti desa kakao, desa penghasil pisang, beras, dan komoditas lainnya.

"Ciri khas hasil pertanian atau perkebunan itu bisa digunakan untuk menarik wisatawan," katanya.

Produk pertanian tersebut nantinya akan diolah dan dikemas oleh masyarakat dengan bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk pemasaran. 

Program itu juga telah diatur dalam Peraturan Bupati Jembrana Nomor 7 Tahun 2023 tentang Penetapan Kawasan Perdesaan dan rencana pembangunan Kawasan Perdesaan Catusari Agrowisata.

"Tujuan program Kawasan Perdesaan Catursari Agrowisata adalah pembentukan dan peningkatan kawasan ekonomi desa," katanya.

Sebagai tahap awal, lima desa di Kecamatan Melaya yang ditetapkan sebagai Kawasan Catusari Agrowisata adalah Candikusuma, Tuwed, Blimbingsari, Nusasari, dan Ekasari.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jembrana I Made Yasa menambahkan, pihaknya mendorong pemerintah desa untuk memanfaatkan potensi lokal dalam upaya pengembangan ekonomi desa, terutama melalui BUMDes.

"BUMDes, yang diawal pembentukannya hanya bergerak di jasa keuangan mikro, didorong untuk mengembangkan potensi lokal dengan membentuk unit usaha baru di luar jasa keuangan mikro," katanya.

Ia juga menyebutkan, desa yang memiliki potensi wisata akan diarahkan untuk mengembangkan unit usaha di bidang pariwisata.

"Di desa yang memiliki potensi wisata juga didorong untuk mengembangkan unit usaha bidang pariwisata," katanya.

Editor: Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal