Pangannews.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan adanya keluhan dari sekitar 29 ribu distributor pupuk terkait pemangkasan regulasi distribusi pupuk oleh pemerintah. Hal ini disampaikan dalam acara Sarasehan Ekonomi yang bertajuk "Memperkuat Daya Tahan Ekonomi Indonesia di Tengah Gelombang Tarif Perdagangan," yang digelar di Jakarta, Selasa (7/4/2025).
Prabowo menjelaskan bahwa langkah pemerintah untuk memangkas birokrasi distribusi pupuk bertujuan untuk mengurangi biaya produksi yang tinggi akibat keterlibatan banyak perantara atau tengkulak dalam rantai distribusi.
"Kenapa terlalu banyak perantara, middle man-middle man? Hak apa itu mereka mengutip-ngutip uang rakyat, untuk rakyat," ujar Prabowo dalam sambutannya di depan para pelaku ekonomi.
Mantan Menteri Pertahanan itu menambahkan bahwa keluhan dari distributor pupuk datang kepada dirinya terkait dengan perubahan regulasi ini.
"Ada yang datang ke saya, (bilang) 'ada 29 ribu distributor yang marah sama bapak'," tuturnya.
Dalam kesemptan tersebut, Prabowo menyampaikan informasi yang diterimanya dari Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengenai panjangnya birokrasi distribusi pupuk bersubsidi kepada petani.
Sebelumnya, distribusi pupuk dari pabrik hingga gabungan kelompok tani (gapoktan) harus melalui persetujuan dari 15 menteri, 30 gubernur, dan 500 bupati. Menanggapi hal tersebut, Prabowo berpendapat bahwa birokrasi yang berbelit-belit harus dihilangkan.
"Saya bilang Mentan, 'nggak ada, dari pabrik pupuk langsung ke petani, nggak ada lagi tanda tangan-tanda tangan'. Alhamdulillah pupuk yang tadinya langka, diselundupkan, dikorupsi, sekarang sampai ke desa-desa," ungkapnya.
Prabowo juga menekankan bahwa pemerintah harus lebih memprioritaskan kesejahteraan petani, yang jumlahnya hampir mencapai 30 juta orang di Indonesia.
“Ada berapa petani di Indonesia? Hampir 30 juta. Keluarga mereka (ada) empat. 29 ribu lawan 120 juta, menang siapa? Oh lebih baik saya membela 120 juta rakyat daripada mereka-mereka itu," tuturnya.
Namun, meskipun kebijakan distribusi pupuk langsung dari pabrik ke petani telah memberikan hasil yang positif, Prabowo menyebutkan masih ada beberapa provinsi yang mengeluhkan kelancaran distribusi, salah satunya adalah Aceh.
"Tapi masalah itu akan segera diatasi. Ini pelajaran bagi kita, bahwa pemerintah pusat harus lebih proaktif ke daerah," pungkasnya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.