PanganNews.id - Oleh: Dr. H. Ade Mujhiyat (Pengurus Pusat PP IKADI)
Khutbah I
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ. اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِالله ِمِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ لَانَبِيَّ بَعْدَهُ.
اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ.
اَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِه،ِ
قَالَ اللهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Jama’ah Idul adha yang dimuliakan Allah SWT.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah menganugerahkan beribu nikmat tak berbilang kepada kita. Terutama nikmat iman dan ketakwaan. Salawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, juga kepada para sahabat, keluarga, dan umat muslim sampai akhir zaman.
Pagi ini, segenap kaum muslimin menunaikan shalat ‘Idul Adha 1446 H, seraya mengumandangkan takbir, tahlil, tahmid, dan tasbih. Marilah kita senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT dengan sebaik-baiknya. Dengan terus istiqamah melaksanakan segala perintah Allah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Hadirin jamaah shalat Idul Adha yang dirahmati Allah,
Pada bulan yang mulia ini juga, umat Islam melaksanakan dua ibadah akbar, yaitu haji dan kurban. Ibadah haji dan kurban adalah syiar keluhuran dan keagungan Islam. Syiar haji dan qurban adalah sarana dalam mewujudkan totalitas beribadah kepada Allah SWT.
Ibadah haji dan qurban di bulan suci Dzulhijah ini tidak bisa dipisahkan dengan sejarah kehidupan Nabiyullah Ibrahim As dan Ismail As. Jika kita tadabburi, banyak hikmah dan pelajaran sangat berharga yang bisa kita petik, untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita.
Sedikitnya ada 3 (tiga) pelajaran utama yang diwariskan Nabi Ibrahim As kepada kita. Pertama, Nabi Ibrahim As merupakan manusia yang tangguh imannya kepada Tuhan. Kedua, Nabi Ibrahim As merupakan kekasih Allah (khalîlurrahman) yang berakhlaq mulia. Ketiga, Nabi Ibrahim As merupakan utusan Allah yang sangat taat, patuh, dan tulus kepada perintah Allah SWT.
Hadirin jamaah shalat Idul Adha yang dirahmati Allah,
Sungguh beruntung orang yang bisa memenuhi panggilan Ilahi. Menjalankan rukun Islam yang ke lima, pergi haji ke tanah suci. Yaitu mereka yang dianugerahi istito’ah (kesanggupan) sesuai perintah Allah SWT.
Kita doakan saudara-saudara kita yang sedang menunaikan ibadah haji, semoga Allah berikan kesehatan dan kekuatan. Sehingga bisa menyempurnakan ibadah hajinya dan meraih haji yang mabrur, dengan mendapat jaminan Surga.
Hadirin jamaah shalat Idul Adha yang dirahmati Allah,
Jika pun diantara kita ada yang belum diberi kemampuan dan kesempatan untuk berhaji, maka janganlah berkecil hati. Karena Allah tidak menuntut untuk melaksanakan ibadah yang kita benar-benar tidak mampu menjalankannya. Sebagaimana firman-Nya:
Artinya: “Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Qs. At-Taghabun: 16)
Namun tentu saja kita tetap harus bercita-cita dan berupaya sungguh-sungguh agar mampu menunaikan ibadah haji. Karena ibadah haji adalah rukun Islam dan sebagai kewajiban bagi umat Islam.
Hadirin Kaum Muslimin yang dirahmati Allah,
Bagi kita yang belum berkesempatan beribadah haji, Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita untuk menunaikan ibadah qurban. Dalam Al Quran Allah SWT berfirman:
اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ
Artinya: "Sesungguhnya Kami telah memberi nikmat yang banyak untukmu (Muhammad). Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu adalah orang yang terputus (dari rahmat Allah). (QS. Al Kautsar: 1-3)
Hadirin jamaah shalat Idul Adha rahimakumullah,
Kata kurban (qurban) berasal dari bahasa Arab qaraba-yuqaribu-qurbanan-qaribun, yang artinya dekat, sesuatu yang dekat atau mendekatkan, yakni dekat dan mendekatkan diri kepada Allah. Qurban sering disebut udhhiyah atau dhahiyyah artinya hewan sembelihan, fisiknya hewan yang disembelih, tetapi hakikatnya ialah pengorbanan dan pengabdian diri sepenuh hati kepada Ilahi Rabbi. Allah SWT berfirman:
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, Maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS. al-Haj: 34).
Hadirin jamaah shalat Idul Adha yang dirahmati Allah,
Tujuan utama kurban adalah agar lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setiap muslim yang berkemampuan disunnahkan menyembelih hewan qurban pada hari nahar tanggal 10 atau hari tasyrik tanggal 11,12 dan 13 bulan Dzulhijjah.
Inilah hari-hari kemuliaan dan penuh kebahagiaan. Hari-hari ketika kita mempersembahkan pengorbanan yang benar, tulus dan ikhlas kepada Allah SWT. Untuk menjadi pribadi muslim yang yang baik. Yang menegaskan totalitas aqidah. Maka, jangan pernah melewatkan sedikit pun syariat-syariat yang dianjurkan untuk diamalkan pada momen Idul Adha tahun ini. Mari kita jadikan hari-hari yang mulia ini sebagai sarana untuk terus meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT.
Hadirin kaum muslimin rahimakumullah,
Maka, bagi kita Ummat Nabi Muhammad SAW, prosesi pelaksanaan ibadah qurban adalah syiar utama hari raya Idul Adha. Kaum Muslimin yang berkesempatan menunaikan ibadah qurban sejatinya merupakan perwujudan dalam menghidupkan Sunnah Rasulullah dan meneladaninya. Rasulullah SAW bersabda:
مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ إِنَّهَا لَتَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنْ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنْ الْأَرْضِ فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
“Tidak ada amalan yang dilakukan oleh anak Adam pada hari Nahr (Idul Adhha) yang lebih dicintai oleh Allah selain dari pada mengucurkan darah (hewan kurban). Karena sesungguhnya ia (hewan kurban) akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berkurban.” (HR. At-Tirmizi)
Hadirin kaum muslimin rahimakumullah,
Ada banyak hikmah bisa kita petik dari ibadah qurban. Pertama, qurban adalah bentuk taqarrub (pendekatan) diri kepada Allah. Kedua, qurban dilakukan dalam rangka bersyukur kepada Allah atas nikmat hayat (kehidupan) yang diberikan. Ketiga, qurban merupakan bentuk kongkret berbagi dengan keluarga, teman, dan orang miskin. Keempat, qurban berfungsi untuk menguatkan persaudaraan dalam masyarakat muslim dan tolong menolong dengan sesama. Kelima, qurban dapat menghapus dosa dan mendapatkan ganjaran yang besar.
Selain itu, hikmah dan pelajaran ibadah qurban yang bisa kita petik adalah:
Al-Ikhlaasu Fil-‘Amal. Dalam berkurban kita dididik untuk ikhlas dalam beramal.
Al-Ihsaan Fil-Udlhiyyah. Ibadah qurban dilakukan dengan cara terbaik kepada Allah SWT.
Idzhaarul Manaafi' Duniawiyyah wal Ukhrawiyyah, dalam berkurban, kita menampakkan manfaat duniawi dan ukhrawi.
Al-Quwwatu Fil-‘Aqiidah. Dengan berkurban, kita semakin memperkokoh aqidah (keyakinan) kita kepada Allah SWT.
Al-Idzhaabu Shifaati Hayawaan. Kurban mendidik manusia untuk menghilangkan sifat-sifat kebinatangan, seperti rakus, tamak, culas dan lain-lain.
Idzhaaruut Taqwa Ilallah. Kurban merupakan perwujudan ketakwaan kita kepada Allah SWT.
Hadirin kaum muslimin rahimakumullah,
Semoga dengan hikmah ibadah haji dan qurban di bulan Dzul Hijjah ini, kita menjadi pribadi yang semakin beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Selalu dekat dan merapat kepada-Nya. Lebih ikhlas, tulus dan pasrah dalam menjalankan perintah Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ.
Khutbah II
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْد
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرْ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَاماً لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرْ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الخَلاَئِقِ وَالْبَشَرْ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ إِلَى يَوْمِ الْمَحْشَرْ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ! اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.
فَقَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمْ، إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنْ
Hadirin kaum muslimin rahimakumullah,
Di akhir khutbah ini marilah kita bermunajat kepada Allah, agar pasca ‘Idul Adha kita makin menjadi insan yang shaleh, yang mau berkorban dalam menunaikan kebajikan dan ketakwaan. Tidak menunda-nuda waktu untuk berbuat kebaikan, termasuk dalam berqurban. Mari kita jadikan kehidupan ini penuh arti dengan fondasi iman, Islam, dan ihsan yang bermuara pada takwa. Sehingga kita bisa meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat, dengan jaminan surga jannatun na'im, dalam rengkuhan rahmat, ridha dan karunia Allah Yang Maha Rahman dan Rahim. Aamiin ya Rabbal ‘alamin:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ، وَالمُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا
رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَل الحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَل المَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ
اَللّهُمَّ اجْعَلْ حَجَّنَا حَجًّا مَبْرُوْرًا وَسَعْيًا مَشْكُوْرًا وَذَنْبًا مَغْفُوْرًا وَعَمَلاً صَالِحًا مَقْبُوْلاً وَتِجَارَةً لَنْ تَبُوْرَ
اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُومًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُومًا، وَلا تَدَعْ فِينَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُومًا.
اللَّهُمَّ انْصُرِ اْلمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِكَ فِي كُلِّ مَكَانٍ وَزَمَانٍ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
(*/Adv)


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.