Pangannews.id - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menegaskan pentingnya penyediaan air bagi pertanian rakyat sebagai salah satu fondasi utama untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.
Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Lilik Retno Cahyadiningsih, menyampaikan bahwa penyediaan air, khususnya untuk sistem irigasi yang mendukung pertanian rakyat, harus menjadi prioritas pembangunan infrastruktur ke depan.
Hal ini, kata Lilik, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan ketahanan pangan sebagai agenda strategis nasional.
Pemerintah ingin memastikan bahwa Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri, terutama di tengah tekanan krisis global dan tantangan perubahan iklim yang semakin nyata.
Visi ini juga sejalan dengan semangat pembangunan yang tertuang dalam Asta Cita, yakni mewujudkan kesejahteraan rakyat secara merata melalui kemandirian pangan dan pemanfaatan sumber daya secara bijak.
Dalam webinar yang digelar di Jakarta pada Senin (16/6/2025), Lilik menjelaskan bahwa Kementerian PUPR memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan swasembada pangan berkelanjutan.
Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah pelaksanaan kegiatan optimasi lahan yang menjadi program Kementerian Pertanian.
Melalui kerja sama lintas kementerian, target peningkatan luas tanam ditetapkan mencapai lebih dari 665 ribu hektare di 14 provinsi, yang diharapkan dapat dimanfaatkan pada musim tanam kedua tahun ini.
Selain memperluas lahan tanam, Kementerian PUPR juga terus melakukan peningkatan kualitas infrastruktur irigasi yang sudah ada. Perbaikan jaringan irigasi eksisting dilakukan menggunakan pendekatan pembiayaan kreatif seperti skema waterfall fund, agar distribusi air ke lahan pertanian dapat lebih efisien dan merata.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah pemerintah dalam mendorong produktivitas pertanian nasional secara berkelanjutan.
Lebih jauh, Lilik mengungkapkan bahwa pemerintah telah menetapkan sejumlah target pembangunan infrastruktur irigasi hingga tahun 2029.
Target tersebut meliputi peningkatan luas lahan sawah yang berfungsi dan terlayani irigasi, peningkatan rasio layanan irigasi yang dijamin oleh pasokan air dari waduk, serta efisiensi dalam penggunaan air irigasi.
Pemerintah juga menyiapkan pengembangan layanan irigasi untuk pertanian multikomoditas serta melakukan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi di jutaan hektare lahan pertanian.
Untuk mencapai semua tujuan tersebut, Lilik menekankan pentingnya kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor air dan pertanian tidak bisa hanya ditopang oleh pemerintah saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, akademisi dan peneliti yang mampu menghadirkan inovasi teknologi, sektor swasta sebagai mitra investasi dan inovasi hijau, serta partisipasi aktif dari masyarakat, petani, dan komunitas lokal.
Ia menambahkan bahwa pendekatan pengelolaan sumber daya air secara terpadu atau integrated water resources management menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
Dengan pendekatan ini, diharapkan akan tercipta keseimbangan antara konservasi sumber daya air, pemanfaatannya untuk kebutuhan masyarakat, serta pengendalian terhadap potensi daya rusak air.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.