Pangannews.id – Kecamatan Pugaan di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menargetkan pengembangan pertanian hortikultura sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Pemerintah setempat telah menyiapkan 200 hektare lahan tidur untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.
Camat Pugaan, Farith Yusriannur Riza, menyampaikan bahwa dari total 800 hektare lahan tidur yang tersebar di beberapa desa, 200 hektare akan dimanfaatkan dalam waktu dekat.
“Kita mulai dari Desa Pampanan, Tamunti, dan Jirak. Saat ini seluruh kepala desa sudah menyatakan kesediaannya untuk mengalokasikan 20 persen dari dana desa untuk mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.
Namun, keterbatasan akses jalan masih menjadi kendala utama pemanfaatan lahan. Untuk itu, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tabalong dibutuhkan, terutama dalam pembangunan infrastruktur pertanian.
Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, menegaskan bahwa pihaknya akan memperkuat program ini dengan memperbaiki jalan usaha tani dan merevitalisasi saluran air menggunakan ekskavator amfibi.
Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas lahan dan mempercepat pembangunan desa berbasis pertanian.
“Kita ingin wilayah selatan Tabalong berkembang menjadi sentra pertanian hortikultura yang maju dan mandiri,” kata Rifani saat menghadiri panen melon di Desa Pugaan.
Selain itu, Pemkab Tabalong juga mendukung petani melalui bantuan benih, alat dan mesin pertanian, pendampingan penyuluh, hingga fasilitas pinjaman modal tanpa bunga melalui Kredit Tabalong SMART.
Wakil Ketua DPRD Tabalong, Noor Farida, yang turut hadir dalam panen tersebut, menyambut baik inisiatif ini. Ia menekankan pentingnya dukungan pasar agar hasil pertanian para petani terserap maksimal.
“Pemerintah juga harus memikirkan skema pemasaran yang menjamin keberlanjutan usaha petani,” ujarnya.
Sementara itu, Kelompok Tani Bumi Kencana di Desa Pugaan telah mulai menggarap satu hektare lahan untuk budidaya melon. Mereka menanam dua varietas unggulan, yakni melon hibrida kuning emas dan melon hibrida merlin berdaging oranye.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.