Pangannews.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan kesiapan Kementerian Agama (Kemenag) untuk terlibat aktif dalam Program Wakaf Produktif Pertanian yang digagas Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB).
Keterlibatan ini tidak sebatas seremonial, tetapi juga dalam bentuk dukungan konkret melalui lembaga-lembaga terkait di bawah Kemenag.
Pernyataan tersebut disampaikan Menag saat menerima kunjungan Ketua ICMI sekaligus Rektor IPB, Prof. Arif Satria, di Kantor Kementerian Agama.
Dalam pertemuan tersebut, Arif Satria memaparkan rencana peluncuran Program Wakaf Produktif Pertanian dan mengundang Menag untuk hadir dalam acara peresmian.
Permintaan agar Menag hadir dalam peluncuran juga disampaikan oleh Ketua Presidium ICMI 2013, Marwah Daud Ibrahim.
Menag menyambut positif ajakan tersebut, bahkan menegaskan bahwa Kemenag tidak hanya hadir, tetapi siap berkontribusi aktif melalui kolaborasi dengan Baznas, BPKH, dan BWI.
“Kami ingin terlibat, bukan hanya hadir untuk meresmikan. Kami siap berpartisipasi melalui jaringan yang kami miliki, seperti Baznas, BPKH, dan BWI,” ujar Menag Nasaruddin Umar, dikutip Sabtu, 12 Juli 2025.
Prof. Arif Satria menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengelola aset wakaf berupa lahan pertanian agar bisa dimanfaatkan secara produktif.
Kegiatannya mencakup pendidikan, penelitian, dan pengembangan usaha di sektor pertanian yang memberi dampak ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.
Menag menilai, program ini sangat strategis karena memanfaatkan potensi wakaf sebagai instrumen pembangunan umat. Ia menyebut bahwa keberhasilan wakaf sangat bergantung pada kepercayaan publik.
“Wakaf sekarang luar biasa potensinya untuk membangun apapun, yang penting adalah kepercayaan. Kami sangat mendukung program ini,” tegasnya.
Editor: Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.