Pangannews.id - Pemerintah Indonesia menggandeng Tiongkok untuk memperkuat pengembangan kecerdasan buatan (AI) di sektor pertanian dan perikanan, sebagai bagian dari strategi transformasi digital nasional.
Hal itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dalam pertemuannya dengan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, di Jakarta.
Menurut Meutya, pengembangan AI dalam sektor pertanian menjadi prioritas pemerintah guna meningkatkan produktivitas lahan dan efisiensi operasional.
Dukungan dari Tiongkok, kata dia, diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan teknologi AI yang telah mulai diterapkan di beberapa wilayah pertanian Indonesia.
“Salah satu pengembangan AI yang sedang kita fokuskan adalah perikanan dan juga pertanian. Kami berharap dukungan dari Tiongkok,” ungkap Meutya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin, 28 Juli 2025.
Selain kolaborasi teknologi, kedua negara juga sepakat untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan infrastruktur digital serta memperluas jejaring antarperguruan tinggi sebagai fondasi penciptaan talenta digital di bidang AI.
Sekretaris Jenderal Kementerian Komdigi, Ismail, mengusulkan agar Universitas Tsinghua dari Beijing dapat membuka cabang di Indonesia untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia lokal.
Ia juga menyatakan bahwa Kementerian Komdigi siap memfasilitasi kemitraan antara universitas Tiongkok tersebut dan perguruan tinggi dalam negeri.
“Banyak talenta digital muda kita sekarang menempuh studi di Universitas Tsinghua. Kami mendorong pembukaan cabang kampusnya di Indonesia, khususnya dalam bidang kecerdasan buatan,” jelas Ismail.
Editor: Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.