Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

DPR Usulkan 30 Ribu Sumur Minyak Rakyat Dikelola UMKM dan BUMD

Bagikan
DPR usulkan 30 ribu sumur minyak rakyat dikelola UMKM dan BUMD. (Foto : Ditjen Migas Kemeterian ESDM)
DPR usulkan 30 ribu sumur minyak rakyat dikelola UMKM dan BUMD. (Foto : Ditjen Migas Kemeterian ESDM)

Pangannews.id - Anggota Komisi XII DPR RI, Mukhtarudin, mendorong pengelolaan sekitar 30.000 sumur minyak rakyat melalui skema pemberdayaan UMKM, koperasi, dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Ia menyebut langkah ini sebagai strategi nasional dalam memperkuat ketahanan energi serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah.

Mukhtarudin mengutip data Kementerian ESDM yang menyebutkan ribuan sumur tersebut tersebar di wilayah seperti Sumatera Selatan, Jambi, dan Jawa Tengah.

Menurut data SKK Migas, potensi tambahan produksi (lifting) dari pengelolaan sumur rakyat ini bisa mencapai 90.000–100.000 barel per hari (bph).

Angka ini dinilai penting karena realisasi lifting minyak nasional pada Juni–Juli 2025 tercatat 602 ribu bph, masih sedikit di bawah target APBN sebesar 605 ribu bph.

“Jika sumur-sumur ini dikelola secara optimal, ketergantungan kita terhadap impor minyak bisa ditekan. Ini juga akan membantu menghemat devisa negara dan memperkuat ekonomi kerakyatan,” ujar Mukhtarudin, dikutip dari Antara.

Ia menambahkan, pemberdayaan pelaku usaha lokal dalam pengelolaan sumur bisa menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Kajian awal menunjukkan bahwa setiap 1.000 sumur yang dikelola oleh UMKM atau BUMD dapat membuka 1.500 hingga 2.000 lapangan kerja langsung, sekaligus menggerakkan sektor jasa pendukung seperti transportasi, keuangan mikro, dan perawatan sumur.

Mukhtarudin, yang juga menjabat Sekretaris Fraksi Partai Golkar, menegaskan bahwa DPR RI akan mengawasi agar program ini berjalan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Ia juga meminta agar perizinan dipermudah dan pembiayaan difasilitasi secara adil.

“Energi harus menjadi pendorong utama ekonomi rakyat, bukan hanya menjadi ladang bagi korporasi besar,” tegasnya.

Tak hanya aspek ekonomi, dia mengingatkan pentingnya penerapan teknologi ramah lingkungan agar eksploitasi sumur rakyat tidak menimbulkan kerusakan lingkungan.

“Kalau dikelola dengan tata kelola yang baik, kita bisa capai dua tujuan sekaligus, yakni ketahanan energi nasional dan pemerataan ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal