Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Kasus Keracunan MBG Meluas, DPR Desak Audit Total Keamanan Menu

Bagikan
Kasus keracunan MBG meluas, DPR desak audit total keamanan menu. (Foto : Antara)
Kasus keracunan MBG meluas, DPR desak audit total keamanan menu. (Foto : Antara)

Pangannews.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan tajam setelah rentetan kasus keracunan massal terjadi di sejumlah daerah.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) segera melakukan audit menyeluruh terhadap kandungan gizi dan keamanan makanan dalam program tersebut.

“Audit keamanan kandungan menu MBG menjadi langkah krusial untuk memastikan bahwa makanan yang diberikan tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi anak, tetapi juga bebas dari kontaminan dan bahan berbahaya,” ujar Yahya.

Desakan itu muncul setelah kejadian terbaru di SMP Negeri 8 Kota Kupang, di mana 186 siswa mengalami gejala keracunan seperti mual, lemas, buang air besar terus-menerus, dan dehidrasi usai menyantap paket makanan MBG berisi daging sapi dan sayuran. Mereka harus dirawat di berbagai fasilitas kesehatan.

Kupang bukan satu-satunya lokasi. Peristiwa serupa terjadi di SDN Tenau dan SMAN 1 Taebenu (Kabupaten Kupang) serta di SMAN 1 Tambolaka, SMKN 2 Tambolaka, dan SMK Don Bosco (Sumba Barat Daya). Jumlah siswa yang terdampak terus bertambah.

“Kelemahan dalam pengelolaan distribusi sering kali menjadi celah munculnya risiko keracunan dan gangguan kesehatan lainnya, terutama di daerah rawan seperti NTT dan wilayah terpencil lain,” lanjut Yahya.

Dia mendorong agar BGN menerapkan sistem pengawasan yang lebih ketat dan terintegrasi di seluruh rantai distribusi, mulai dari produksi, pengemasan, pengiriman, hingga penyajian makanan di sekolah.

Ia juga menyoroti pentingnya peran tenaga kesehatan sebagai garda depan dalam mendeteksi dan menangani kasus keracunan sejak dini, serta melakukan edukasi preventif kepada pihak sekolah dan keluarga.

“Peran nakes sangat vital dalam mengidentifikasi penyebab masalah, memberikan pertolongan medis, dan melakukan edukasi pencegahan,” tegasnya.

Menanggapi kejadian di Kupang, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menyampaikan permintaan maaf langsung kepada orangtua siswa dan pihak sekolah.

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas insiden ini. Evaluasi menyeluruh sedang kami lakukan, termasuk SOP dan petunjuk teknis pelaksanaan MBG,” ujar Tigor saat jumpa pers di SMPN 8 Kupang.

Ia menduga makanan yang didistribusikan mengalami kontaminasi saat dalam perjalanan ke sekolah. BGN berjanji memperbaiki prosedur internal dan menggandeng pihak sekolah lebih erat dalam pengawasan distribusi.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal