Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, memberikan pelatihan dan pembekalan kepada petani terkait penggunaan pestisida secara bijak.
Langkah ini dilakukan untuk mendukung peningkatan produktivitas padi sebagai bagian dari program swasembada pangan daerah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Andi Trasodiharto, mengatakan penggunaan bahan kimia seperti pestisida dan parakuat memang dapat membantu pertumbuhan tanaman, tetapi harus dilakukan dengan pengetahuan yang memadai.
“Penggunaan bahan kimia harus tepat takaran dan sesuai petunjuk. Jika tidak, bisa menimbulkan dampak negatif, baik bagi petani sendiri maupun lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan ini tidak hanya fokus pada aspek teknis penggunaan, tetapi juga pada pengelolaan risiko dan keamanan.
Salah satu perhatian utama adalah penggunaan parakuat yang harus dikendalikan secara ketat karena berpotensi berbahaya jika tidak digunakan dengan benar.
Pemerintah daerah juga melibatkan berbagai pihak untuk mendukung pelatihan, termasuk Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (ALISHTER), sebuah asosiasi yang fokus pada edukasi penggunaan herbisida terbatas secara bertanggung jawab.
“ALISHTER berperan penting dalam mendampingi petani agar bisa menggunakan pestisida dengan aman dan efektif, terutama dalam menghadapi musim tanam saat ini,” jelas Andi.
Diketahui, luas lahan pertanian padi produktif di Penajam mencapai 14.070 hektare. Dalam satu tahun, petani dapat melakukan dua kali panen. Pada 2024, hasil panen tercatat sekitar 50.672 ton gabah kering panen (GKP).
Pada musim tanam pertama 2025, produksi padi mencapai sekitar 24.500 ton GKP. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan hasil panen melalui optimalisasi masa tanam April hingga September, khususnya di Kecamatan Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku.
Andi menegaskan, Pemkab akan terus mendorong berbagai program peningkatan hasil pertanian, baik dari sisi teknik budidaya maupun pengelolaan bahan pertanian yang ramah lingkungan dan aman bagi petani.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.