Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

BI Sulsel Imbau Warga Tanam Tomat dan Cabai untuk Ikut Tekan Inflasi

Bagikan
BI Sulsel imbau warga tanam tomat dan cabai untuk ikut tekan inflasi. (Foto : Pixabay)
BI Sulsel imbau warga tanam tomat dan cabai untuk ikut tekan inflasi. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menanam tomat dan cabai sebagai langkah sederhana menekan laju inflasi daerah yang dipicu kenaikan harga dua komoditas tersebut.

Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, hingga Juli 2025, komoditas tomat menjadi salah satu penyumbang utama inflasi di wilayah Sulsel, setelah emas dan beras.

“Kalau kita lihat inflasi sampai dengan bulan Juli year to year-nya, penyumbang utama masih emas, yang kedua beras, dan ketiga tomat,” kata Rizki.

Dia menjelaskan, meskipun pergerakan harga tomat cenderung fluktuatif, kenaikan harganya dalam satu bulan terakhir telah menembus lebih dari 100 persen. Lonjakan harga ini menjadikan tomat sebagai salah satu kontributor utama inflasi daerah.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Rizki mendorong masyarakat agar tidak hanya mengandalkan pasokan pasar, melainkan juga berperan aktif menanam sendiri kebutuhan dapur seperti tomat dan cabai.

“Kalau ketergantungan terhadap dua komoditas itu bisa kita kurangi dengan menanam sendiri, dampaknya ke inflasi juga akan menurun,” ujarnya.

Sementara itu, untuk komoditas beras, Rizki menyebut harga terus mengalami kenaikan sejak awal tahun. Di triwulan II 2025, beras menjadi salah satu faktor yang konsisten menyumbang inflasi.

Ia menilai penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Perum Bulog di lapangan belum berjalan maksimal.

“Penyaluran SPHP oleh Bulog belum optimal. Ini harus segera diperbaiki agar masyarakat bisa mendapatkan beras dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Rizki menambahkan, jika distribusi SPHP dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran, maka tekanan harga di pasar dapat dikendalikan, dan masyarakat tidak akan terpengaruh oleh gejolak harga beras di pasaran.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal