Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

KLB Campak Meluas di Sumenep, PMI Kirim 5.000 Masker dan Paket Kesehatan

Bagikan
PMI Pusat mengirimkan bantuan logistik respons KLB campak di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (30/8/2025). (Foto : dok. PMI).
PMI Pusat mengirimkan bantuan logistik respons KLB campak di Sumenep, Madura, Jawa Timur, Sabtu (30/8/2025). (Foto : dok. PMI).

Pangannews.id - Palang Merah Indonesia (PMI) mengirimkan bantuan logistik ke Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sebagai respons terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang terjadi di wilayah tersebut.

Bantuan dikirim dari Gudang Regional PMI di Gresik menuju Markas PMI Kabupaten Sumenep pada Sabtu (30/8/2025). Logistik yang disalurkan antara lain 100 hygiene kit, 100 baby kit, dan 5.000 masker.

“Bantuan ini diprioritaskan untuk keluarga yang anaknya terdampak dan sedang dirawat akibat campak, guna mendukung kebutuhan dasar dan ketahanan keluarga selama masa pemulihan,” ujar Sekretaris Jenderal PMI, AM Fachir.

Selain menyalurkan bantuan, PMI juga menginstruksikan relawan dan Palang Merah Remaja (PMR) di Sumenep untuk terlibat aktif dalam upaya penanggulangan KLB.

Peran mereka diharapkan dapat membantu kampanye imunisasi, deteksi dini, hingga edukasi pencegahan penyakit di masyarakat.

"Tujuannya agar masyarakat memahami pentingnya imunisasi, mengenali gejala campak, dan segera mencari layanan kesehatan,” tambah Fachir.

PMI juga terus memantau perkembangan situasi, khususnya di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau, guna memastikan distribusi bantuan dan layanan kemanusiaan berjalan efektif.

Ia juga menekankan pentingnya kerja sama PMI dengan Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat dan agama, mengingat kondisi geografis Sumenep yang terdiri dari daratan dan pulau-pulau.

Hingga Minggu (24/8/2025), Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep mencatat 2.139 kasus suspek campak, dengan 205 kasus terkonfirmasi positif dan 17 kematian.

Kasus ditemukan di seluruh 27 kecamatan, dengan sebaran terbanyak di Kecamatan Kota Sumenep, Kalianget, dan Batang-Batang, masing-masing lebih dari 150 kasus suspek.

Kepala Markas PMI Kabupaten Sumenep, Noer Moehammad, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menyalurkan bantuan sesuai dengan arahan dari PMI pusat.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin telah menargetkan vaksinasi campak bagi sekitar 70 ribu anak di Sumenep dalam dua minggu ke depan. Pemerintah juga menyiapkan 11 ribu vial vaksin, masing-masing dapat digunakan untuk delapan anak.

“Target kita dua minggu selesai. Jika tercapai, diharapkan kasus campak bisa segera ditekan secara signifikan,” kata Menkes saat meninjau langsung penanganan KLB di Sumenep, Kamis (28/8/2025) lalu.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal