Pangannews.id - Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menginstruksikan seluruh dapur penyedia makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mematuhi secara ketat standar operasional prosedur (SOP), menyusul insiden keracunan massal yang dialami ratusan siswa di Kabupaten Lebong.
"Kita minta kepada seluruh yang sudah diberikan kepercayaan untuk betul-betul pastikan kualitas makanannya, SOP-nya. Kalau SOP-nya sudah sesuai standar, tidak akan mungkin ada kejadian seperti itu," ujar Helmi.
Pernyataan ini disampaikan menyusul peristiwa keracunan yang menimpa 456 siswa pada Rabu (27/8/2025) setelah mengonsumsi makanan dari dapur MBG di Kabupaten Lebong. Kasus tersebut kini dalam penanganan pihak berwenang.
Sebagai langkah awal, dapur yang menjadi sumber makanan dalam kasus itu dihentikan sementara operasinya, sambil menunggu hasil penyelidikan oleh aparat hukum.
Gubernur juga meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk lebih ketat dalam melakukan pengawasan terhadap penyediaan makanan MBG. Mulai dari bahan baku hingga proses pengolahan harus memenuhi standar yang ditetapkan.
"Masyarakat tidak perlu khawatir. Pemprov Bengkulu dan Pemkab Lebong langsung bertindak cepat memberikan penanganan medis bagi siswa yang terdampak," jelas Helmi.
Menurutnya, peristiwa ini merupakan musibah dan tidak perlu menjadi ajang saling menyalahkan. Ia justru berharap insiden ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk memperbaiki pelaksanaan program ke depan.
Helmi menegaskan, meskipun insiden ini terjadi, komitmen pemerintah daerah tetap kuat dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan inisiatif pemerintah pusat.
Ia mengajak semua pihak, termasuk masyarakat, untuk terus mendukung program tersebut dengan memastikan pelaksanaannya berjalan aman dan berkualitas.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.