Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Ribuan Porsi Menu MBG di Bangkalan Ditarik karena Basi

Bagikan
Menu MBG yang diduga basi ditarik dari sejumlah sekolah penerima seperti SMAN 3, SDN Mlajah 1 dan 2, SMKN 1 dan SMKN 3 Bangkalan. (Foto : Istimewa)
Menu MBG yang diduga basi ditarik dari sejumlah sekolah penerima seperti SMAN 3, SDN Mlajah 1 dan 2, SMKN 1 dan SMKN 3 Bangkalan. (Foto : Istimewa)

Pangannews.id - Sebanyak 3.275 porsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke enam sekolah di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, ditarik kembali setelah ditemukan dalam kondisi basi dan tidak layak konsumsi.

Insiden ini terjadi pada Selasa (16/9/2025) dan diketahui setelah siswa SD melaporkan bau tak sedap dari menu makanan kepada guru mereka.

Menu MBG yang bermasalah diketahui mengandung olahan daging sapi dengan saus tiram. Meski belum sempat dikonsumsi, pihak sekolah langsung melaporkan kejanggalan tersebut kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Martajasah, selaku penyedia dan penyalur MBG.

“Kami langsung tarik semua porsi dari enam sekolah begitu mendapat laporan. Total ada 3.275 porsi yang kami distribusikan hari itu,” kata Kepala SPPG Martajasah, Kusuma Gigih Prakoso, Jumat (19/9/2025).

Gigih menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pengecekan internal, daging sapi dalam menu tersebut sebenarnya tidak bermasalah. Namun saus tiram yang digunakan terindikasi mengandung tingkat keasaman yang menyebabkan aroma tidak sedap.

“Dagingnya aman, tetapi saus tiramnya terdeteksi sedikit asam. Kami menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh sekolah dan akan meningkatkan quality control ke depannya,” tegasnya.

Beruntung, seluruh porsi yang dikirim ke sekolah belum sempat dikonsumsi oleh para siswa. Salah satunya di SMAN 3 Bangkalan, yang menerima 552 porsi MBG.

“Setelah dicek, semua makanan yang kami terima bau tidak sedap. Tidak ada satu pun siswa yang mengonsumsinya,” ujar Kepala SMAN 3 Bangkalan, Hendrik.

Selain SMAN 3, lima sekolah lain juga terdampak, masing-masing terdiri dari tiga SD dan dua SMA. Menurut data yang dihimpun, laporan pertama justru datang dari siswa SD yang peka terhadap bau menyengat dari lauk daging sapi dalam paket MBG tersebut.

Terkait kejadian ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan langsung turun tangan. Kepala Dinas Pendidikan Moh. Yaqub mengimbau semua kepala sekolah di wilayahnya untuk melakukan pengecekan menyeluruh terhadap makanan MBG sebelum dibagikan.

“Kesehatan siswa adalah yang utama. Jangan sampai ada makanan yang tidak layak konsumsi sampai ke tangan anak-anak,” katanya.

SPPG Martajasah menyatakan tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengolahan hingga distribusi MBG. Gigih memastikan kejadian ini menjadi bahan pembelajaran timnya.

“Ini pelajaran penting. Kami akan perketat pengawasan dan pastikan kejadian serupa tidak terulang,” ujar Gigih.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal