Pangannews.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat industri budidaya udang nasional dengan menitikberatkan penguatan dari sektor hulu. Hal ini dinilai krusial untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing ekspor udang Indonesia di pasar global.
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP, Tb Haeru Rahayu atau Tebe, menjelaskan bahwa penguatan sektor hulu dilakukan melalui sejumlah strategi, salah satunya pembenahan regulasi agar proses perizinan menjadi lebih sederhana dan efisien.
“KKP terus mendorong harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah supaya tidak ada tumpang tindih aturan. Tujuannya agar investasi bisa tumbuh dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Tebe.
Selain perbaikan regulasi, Tebe menambahkan, penerapan Good Aquaculture Practices (GAP) menjadi langkah penting dalam memastikan kualitas udang sejak awal siklus produksi.
Upaya ini dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan kepada para pembudidaya, penggunaan teknologi ramah lingkungan, serta penerapan sistem biosecurity di tambak.
“Standar budidaya yang baik akan menjamin mutu produk sehingga mampu bersaing di pasar internasional,” ujarnya.
KKP juga memperkuat dukungan pembiayaan untuk pembudidaya melalui akses kredit lunak, skema pendanaan khusus, dan insentif bagi petambak yang menerapkan praktik terbaik. Kerja sama dengan lembaga keuangan turut dioptimalkan agar akses modal semakin terbuka.
Di sisi lain, pemerintah tengah mendorong kemandirian benih melalui pengembangan induk udang unggul lokal. Pada momentum Bulan Bhakti Kelautan dan Perikanan yang bertepatan dengan HUT ke-26 KKP, program pengembangan induk unggul tersebut diperkuat melalui inovasi benih lokal bernama Nusa Dewa yang dikembangkan di Balai Karangasem, Bali.
“Ini bukti nyata kemampuan anak bangsa menghasilkan produk unggul karya Indonesia. Sudah saatnya kita percaya pada kemampuan sendiri,” tegas Tebe.
Tebe juga mengimbau para pembudidaya untuk meninggalkan praktik lama yang tidak ramah lingkungan, seperti penggunaan antibiotik dalam budidaya. Pemerintah kini mendorong penerapan probiotik sebagai alternatif yang lebih aman dan berkelanjutan.
“Inovasi harus selaras dengan aspek ekonomi agar bisa diterapkan secara nyata di lapangan,” ujarnya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.