Pangannews.id - Kepolisian Resor (Polres) Gayo Lues, Aceh, mencatat pemusnahan ladang ganja seluas 58 hektare sepanjang periode Januari hingga September 2025. Lahan ganja tersebut ditemukan di sejumlah titik terpencil yang sebagian besar berada di area perbukitan dan lereng pegunungan.
Kapolres Gayo Lues AKBP Hyrowo mengungkapkan, keberhasilan aparat dalam mengungkap keberadaan ladang ganja itu tidak lepas dari dukungan dan informasi masyarakat.
“Selama tahun 2025, kami telah memusnahkan total 58 hektare ladang ganja yang tersebar di beberapa lokasi. Ini berkat kerja sama masyarakat yang aktif memberikan laporan,” ujarnya di Banda Aceh.
Menurut Hyrowo, sebagian besar ladang ganja tersebut ditemukan di wilayah Kecamatan Agusen, salah satu daerah yang dikenal memiliki medan berat dan sulit dijangkau. Penanaman dilakukan di lereng curam sehingga memerlukan upaya ekstra untuk mencapai lokasi.
Lebih lanjut, ia menyesalkan adanya keterlibatan oknum dari luar daerah yang memanfaatkan warga setempat untuk menanam ganja. Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku utama jaringan tersebut diduga berasal dari Sumatera Utara, yang kemudian menyelundupkan hasil tanaman ke luar Aceh untuk diedarkan.
“Yang kami sayangkan, masyarakat hanya dijadikan alat oleh jaringan dari luar daerah. Mereka memanfaatkan warga untuk menanam ganja, sementara keuntungan justru dinikmati oleh bandar besar di luar Aceh,” kata Hyrowo.
Untuk mencegah masyarakat terus terjerumus dalam praktik ilegal tersebut, Polres Gayo Lues mendorong warga beralih menanam komoditas bernilai ekonomi seperti kopi dan kakao. Upaya diversifikasi ini, menurut Hyrowo, menjadi langkah penting dalam memutus rantai pasokan ganja di wilayah itu.
“Jika masyarakat beralih ke tanaman produktif, maka rantai suplai ganja bisa kita hentikan. Ini akan menyelamatkan banyak orang dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.
Hyrowo juga mengimbau aparatur desa dan tokoh masyarakat agar ikut terlibat aktif dalam pengawasan wilayahnya. Ia menekankan pentingnya peran komunitas lokal dalam mencegah praktik penanaman ganja yang masih menjadi persoalan serius di Gayo Lues.
“Kami ingin seluruh elemen bersatu melawan penanaman ganja. Jangan biarkan masyarakat dikorbankan demi kepentingan jaringan narkotika,” tutupnya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.