Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

BGN Pastikan Program MBG Berjalan Akuntabel dan Berkelanjutan

Bagikan
Kepala BGN Dadan Hindayana. (Foto : Sekretariat Negara)
Kepala BGN Dadan Hindayana. (Foto : Sekretariat Negara)

Pangannews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat bergantung pada tiga faktor utama, yakni kekuatan anggaran, kesiapan sumber daya manusia (SDM), dan tata kelola pelaksanaan yang transparan.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, tiga faktor tersebut menjadi fondasi utama agar program yang menyasar 82,9 juta penerima manfaat, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, hingga anak-anak sekolah dari jenjang PAUD sampai SMA, dapat berjalan efektif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

“Program sebesar ini memerlukan sistem yang kokoh. Tanpa pengelolaan anggaran yang kuat, SDM yang terlatih, dan pengawasan yang ketat, pelaksanaannya tidak akan optimal,” ujar Dadan.

Dadan menjelaskan, kunci pertama adalah alokasi anggaran yang memadai untuk memastikan MBG menjangkau seluruh sasaran. Tahun ini, BGN menerima dana Rp71 triliun ditambah dana siaga (stand by fund) sebesar Rp100 triliun.

Dari total tersebut, Rp99 triliun telah terserap, sementara Rp70 triliun dikembalikan ke Presiden RI karena diperkirakan tidak terserap hingga akhir tahun anggaran.

Pada tahun 2026, dukungan pemerintah terhadap program ini meningkat tajam. BGN dijadwalkan menerima Rp268 triliun, dengan tambahan dana cadangan Rp67 triliun, sehingga total dukungan dalam APBN mencapai Rp335 triliun.

“Dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 82,9 juta orang, setiap hari kita menyalurkan dana sekitar Rp1,2 triliun. Angka itu mungkin setara dengan anggaran tahunan bagi lembaga lain, tapi bagi kami, itu kebutuhan harian,” jelas Dadan.

Kunci kedua, lanjutnya, adalah kesiapan SDM pelaksana. Pemerintah menempatkan tenaga-tenaga terlatih dari Sarjana Penggerak Pemuda Indonesia (SPPI) untuk memimpin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

“Setiap kepala SPPG adalah lulusan SPPI. Tidak ada satu pun unit pelayanan yang tidak dipimpin oleh mereka,” tegasnya.

Menurut Dadan, kualitas SDM menjadi faktor penting untuk memastikan pelaksanaan di lapangan berjalan tertib, akurat, dan sesuai standar gizi. Para tenaga SPPI ini tidak hanya dibekali ilmu gizi, tetapi juga kemampuan manajemen pelayanan publik dan etika profesional.

Sementara kunci ketiga terletak pada tata kelola dan sistem pengawasan. BGN memastikan seluruh pelaksanaan MBG dilakukan secara transparan dengan mekanisme pelaporan berjenjang, agar setiap rupiah dari anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan.

Dadan menegaskan, Program Makan Bergizi Gratis bukan sekadar agenda pemenuhan kebutuhan pangan, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Tujuan akhir dari program ini bukan hanya memberi makan, tapi membentuk generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” pungkasnya.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal