Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

BGN: Mama-Mama Papua Akan Dilibatkan dalam Program MBG di Jayapura

Bagikan
BGN: Mama-Mama Papua akan dilibatkan dalam Program MBG di Jayapura. (Foto : TNI AD)
BGN: Mama-Mama Papua akan dilibatkan dalam Program MBG di Jayapura. (Foto : TNI AD)

Pangannews.id - Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Papua agar seluruh anak Indonesia, tanpa terkecuali, mendapatkan akses terhadap makanan bergizi melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Koordinator Program MBG Wilayah Kabupaten Jayapura, Rut Hastuti, mengatakan pembangunan SPPG di wilayah 3T akan dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

“Kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar SPPG bisa dibangun di daerah 3T, sehingga anak-anak di wilayah tersebut juga dapat menikmati makanan bergizi,” ujar Rut.

Dia menegaskan, program MBG tidak hanya menyasar daerah dengan jumlah penerima manfaat besar. Bahkan, di daerah terpencil dengan jumlah anak yang sedikit, BGN tetap berkomitmen menghadirkan layanan gizi.

“Sekalipun di satu wilayah hanya ada 50 anak, kami tetap akan membangun SPPG agar mereka tidak tertinggal dari anak-anak lain,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi antara BGN dan pemerintah daerah di Kabupaten Jayapura diarahkan untuk memperluas cakupan penerima manfaat sekaligus memperkuat ketahanan pangan lokal.

Pasokan bahan pangan diupayakan bersumber dari hasil pertanian dan perikanan daerah agar manfaat program MBG tidak hanya dirasakan anak-anak, tetapi juga masyarakat sekitar.

Selain membangun fasilitas dan memperkuat pasokan, BGN juga berencana melibatkan lebih banyak mama-mama Papua dalam pelaksanaan program.

Keterlibatan perempuan lokal dinilai penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap program nasional tersebut.

“Ke depan, kami menargetkan 80 persen tenaga kerja di SPPG berasal dari mama-mama Papua. Dengan begitu, masyarakat akan merasa memiliki dan percaya pada program MBG,” jelas Rut.

Ia menjelaskan, aktivitas di SPPG berlangsung sejak dini hari. Persiapan bahan dimulai pada sore hari hingga pukul 10 malam Waktu Indonesia Timur (WIT), sementara proses memasak dilakukan mulai pukul 02.00 WIT. Setelah itu, makanan siap didistribusikan ke sekolah-sekolah.

“Untuk anak-anak di jenjang TK, distribusi makanan dimulai pukul 07.00 WIT, sementara untuk SMA dilakukan sekitar pukul 10.00 WIT,” terangnya.

Rut menambahkan, keterlibatan masyarakat lokal, termasuk petani, nelayan, dan pelaku usaha pangan rumahan, menjadi bagian penting dari strategi BGN dalam membangun ekosistem pangan bergizi di Papua.

Ia berharap, dengan dukungan lintas sektor, program MBG di wilayah timur Indonesia dapat berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.

“Tujuan utama kami adalah memastikan tidak ada anak di Papua yang tertinggal dalam pemenuhan gizi. Dengan sinergi pemerintah daerah dan masyarakat, kami yakin target ini bisa tercapai,” pungkas Rut.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal