Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Menkeu Purbaya Yakin Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh 5,5 Persen pada Kuartal Akhir 2025

Bagikan
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto : Instagram @kemenkeuri)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto : Instagram @kemenkeuri)

Pangannews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis konsumsi rumah tangga akan mencatat pertumbuhan kuat pada kuartal IV-2025, dengan proyeksi mencapai 5,5 persen atau bahkan sedikit lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya.

Optimisme itu disampaikan Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (21/10/2025). Ia menyebut, kebijakan pemerintah dalam menyalurkan Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp200 triliun ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) mulai menunjukkan hasil nyata terhadap peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kalau saya lihat dari data, penjualan ritel Bank Indonesia sudah mulai naik sejak September. Itu artinya dampak dari dana yang kami salurkan sudah mulai terasa di sistem keuangan,” ujarnya.

Pemerintah sebelumnya menempatkan dana sebesar Rp200 triliun ke perbankan nasional untuk memperkuat likuiditas dan mendorong penyaluran kredit ke sektor riil.

Tujuannya, mempercepat perputaran uang di masyarakat agar daya beli meningkat dan pertumbuhan ekonomi terdongkrak menjelang akhir tahun.

Dana tersebut ditempatkan di lima bank milik negara, yaitu Bank Mandiri, BRI, dan BNI masing-masing sebesar Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, serta Bank Syariah Indonesia (BSI) sebesar Rp10 triliun.

Purbaya menilai, kebijakan itu menjadi salah satu faktor utama di balik pulihnya tren konsumsi masyarakat dalam beberapa bulan terakhir.

Ia memastikan akan terus memantau pergerakan uang beredar untuk menilai efektivitas kebijakan tersebut.

“Kalau saya lihat dampaknya masih kurang, saya akan tambah lagi,” kata Purbaya menegaskan.

Mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu menyebut, stimulus fiskal melalui injeksi dana ke perbankan terbukti memperkuat kemampuan kredit bagi sektor-sektor produktif, seperti perdagangan, pertanian, dan industri manufaktur.

Dengan bertambahnya likuiditas, bank memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor riil.

Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda terhadap ekonomi nasional, terutama dengan meningkatnya permintaan domestik.

“Kita ingin uang beredar lebih cepat agar konsumsi meningkat, kredit tumbuh, dan ekonomi bergerak lebih kuat di akhir tahun,” ujar Purbaya.

Selain konsumsi, Purbaya juga meyakini bahwa perekonomian Indonesia pada kuartal IV-2025 berpotensi tumbuh hingga 5,67 persen, lebih tinggi dari proyeksi lembaga internasional seperti Bank Dunia yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 4,8 persen untuk tahun ini.

Menurutnya, proyeksi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tengah membaik.

Data internal pemerintah menunjukkan bahwa tingkat belanja rumah tangga pada September 2025 telah mencapai 75,1 persen dari total pendapatan masyarakat, naik dari 74,8 persen pada bulan sebelumnya.

“Kenaikan ini tidak terlepas dari kebijakan pemerintah menempatkan dana Rp200 triliun ke sistem keuangan sejak pertengahan September,” jelas Purbaya.

Purbaya memastikan pemerintah akan terus menjaga momentum pemulihan konsumsi hingga akhir tahun melalui kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang terukur.

“Saya yakin dampak kebijakan ini akan semakin terasa di Oktober, November, dan Desember. Yang penting, uang yang kita dorong ke sistem bisa benar-benar menggerakkan ekonomi rakyat,” pungkasnya.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal