Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Pemprov NTT Siapkan Sinkronisasi Program Kampung Nelayan di Seluruh Kota/Kabupaten

Bagikan
Ilustrasi Kampung Nelayan. (Foto : dok. KKP)
Ilustrasi Kampung Nelayan. (Foto : dok. KKP)

Pangannews.id - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan langkah sinkronisasi pelaksanaan Program Kampung Nelayan agar penerapannya di setiap daerah pesisir berjalan seragam, terarah, dan tepat sasaran.

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan, koordinasi ini penting untuk menyatukan langkah antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, sekaligus memperkuat posisi NTT sebagai lumbung perikanan nasional di kawasan timur Indonesia.

“Pemerintah provinsi akan segera mengundang seluruh kepala dinas perikanan kabupaten/kota guna membahas aspek teknis serta menyelaraskan proposal pembangunan Kampung Nelayan di daerah masing-masing,” kata Melki dalam rapat koordinasi virtual bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kamis (23/10/2025).

Menurut Melki, kawasan pesisir NTT memiliki potensi besar yang selama ini belum sepenuhnya digarap secara optimal. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah lebih aktif mengajukan usulan agar masyarakat nelayan dapat merasakan manfaat nyata dari program ini.

“Wilayah pesisir kita menyimpan potensi luar biasa, tapi belum semuanya difasilitasi maksimal. Program Kampung Nelayan harus benar-benar membawa perubahan di tingkat masyarakat,” ujarnya.

Program yang dijalankan KKP ini menyiapkan dana hingga Rp22 miliar untuk setiap lokasi. Pemerintah berharap pembangunan kampung nelayan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan ekonomi berbasis kelautan.

Dalam rapat tersebut, sejumlah daerah memaparkan perkembangan usulan mereka. Sumba Barat telah disurvei di tiga titik di Kecamatan Lamboya, Ende masih menunggu proses sertifikasi lahan di Desa Nuiniba, Lembata fokus pada budidaya rumput laut di Kelurahan Lewoleba, sementara Sikka mengajukan dua lokasi namun terkendala luas lahan.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Machmud, menekankan bahwa pembangunan kampung nelayan tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pemberdayaan nelayan dan koperasi desa agar memiliki akses lebih kuat ke rantai produksi dan pasar.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal