Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Jelang Akhir Tahun, Satgas Pangan Kepri Perketat Pengawasan Harga Beras

Bagikan
Jelang akhir tahun, Satgas Pangan Kepri perketat pengawasan harga beras. (Foto : Ilustrasi/Pixabay)
Jelang akhir tahun, Satgas Pangan Kepri perketat pengawasan harga beras. (Foto : Ilustrasi/Pixabay)

Pangannews.id - Menjelang akhir tahun, Tim Satgas Pangan dan Pengendalian Harga Beras Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memperketat pengawasan terhadap harga beras di berbagai pasar tradisional dan modern.

Tim gabungan yang terdiri dari Polda Kepri, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam, serta Bulog Batam dan Karimun, turun langsung ke lapangan untuk memantau kondisi pasar. Pengecekan terkini dilakukan di Pasar Summerland, Nongsa, Kota Batam, pada Sabtu (25/10/2025).

“Menjelang akhir tahun, konsumsi masyarakat biasanya meningkat. Karena itu, kami memperketat pengawasan agar tidak terjadi lonjakan harga beras di pasaran,” ujar Kasatgas Pangan Polda Kepri Kombes Pol. Silvester Simamora.

Ia menjelaskan, pengecekan dilakukan setiap hari oleh Satgas Pangan di seluruh wilayah Kepri untuk memastikan pedagang menjual beras sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan ketentuan pemerintah, HET beras di Kepri yaitu Rp15.400 per kilogram untuk jenis premium, Rp14.000 untuk beras medium, dan Rp13.100 untuk beras SPHP.

Selain mengecek harga, tim juga memastikan kualitas dan takaran beras yang beredar di masyarakat sesuai standar. Silvester menegaskan, pemerintah telah memberikan arahan agar seluruh pedagang mematuhi aturan HET, tanpa menaikkan harga secara sepihak.

“Pedagang tidak boleh menjual di atas harga eceran tertinggi, baik untuk beras premium maupun medium. Jika ditemukan pelanggaran, akan ada tindakan tegas,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan di Pasar Summerland Nongsa, hampir seluruh pedagang di pasar tradisional maupun toko modern telah menjual beras sesuai ketentuan. Bahkan, sebagian besar harga masih di bawah HET.

Silvester menambahkan, pengawasan serupa juga dilakukan oleh polres di enam kabupaten/kota lainnya di bawah wilayah hukum Polda Kepri.

“Kami terus menjaga agar harga tetap stabil sampai akhir tahun, dan pasokan beras tetap aman. Selain patroli harga, kami juga rutin melakukan operasi pasar bersama Bulog dan DKPP,” kata Silvester yang juga menjabat Direktur Reskrimsus Polda Kepri.

Ia menegaskan, pemerintah tidak akan segan memberikan sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha kepada pedagang yang sengaja menaikkan harga untuk meraup keuntungan di tengah tingginya permintaan.

“Masyarakat juga bisa ikut berperan mengawasi. Jika menemukan harga beras di atas HET, segera laporkan ke Polda Kepri atau Dinas Pangan setempat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Kota Batam, Mardanis, memastikan kondisi harga dan stok beras di Batam dalam keadaan aman.

“Pasokan beras cukup dan harga di pasaran stabil. Tidak ada indikasi kelangkaan,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Kamis (23/10), Satgas Pangan Bareskrim Polri bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga melakukan pengecekan stok dan harga beras di wilayah Kepri. Hasilnya, persediaan beras dinilai mencukupi dan harga masih wajar.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal