Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

BGN Larang Penggunaan Bahan Pabrikan dalam Menu MBG

Bagikan
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang.

Pangannews.id – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa seluruh menu dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus diolah dari bahan makanan segar dan bergizi, bukan dari produk pabrikan atau makanan dengan kandungan pengawet tinggi.

Menurutnya, masih banyak dapur penyedia makanan MBG yang menyertakan camilan olahan seperti biskuit atau makanan ringan dalam menu yang disalurkan kepada penerima manfaat, mulai dari pelajar hingga ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Ke depan tidak boleh lagi menggunakan bahan pabrikan. Semua menu wajib berasal dari bahan makanan yang sehat dan bernilai gizi,” ujar Nanik.

Ia menegaskan, pihaknya akan memberikan peringatan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak mematuhi pedoman dan masih menyertakan makanan olahan dalam paket MBG.

“Kalau masih kedapatan melanggar, tentu akan kami tegur,” imbuhnya.

Hingga saat ini, program MBG telah menjangkau 39,2 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dengan total serapan anggaran sebesar Rp35 triliun. Program tersebut dijalankan melalui 13.347 SPPG yang tersebar di berbagai daerah.

Sementara itu, Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG berlandaskan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola MBG, yang memuat aturan koordinasi lintas lembaga dalam pelaksanaan program peningkatan gizi masyarakat.

“Perpres ini mengatur kerja sama antarinstansi, sedangkan hal teknis seperti tata kelola SPPG, kebersihan, dan keamanan pangan diatur dalam petunjuk teknis serta SOP,” kata Dadan.

Ia optimistis target 82,9 juta penerima manfaat dapat tercapai hingga akhir tahun ini. Dadan juga menyebutkan bahwa sebanyak 690 dapur MBG telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), dan seluruhnya ditargetkan bersertifikat dalam waktu satu bulan ke depan.

“Baru 690 yang sudah memiliki SLHS, tapi kami perkirakan seluruh dapur MBG akan memenuhi sertifikasi itu dalam waktu sebulan,” tuturnya.

BGN melakukan verifikasi terhadap sekitar 200 SPPG setiap hari. Selain itu, pemerintah tengah membangun sekitar 6.000 dapur baru di wilayah terpencil agar layanan MBG menjangkau lebih banyak Masyarakat.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal