Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Kurangi Ketergantungan Beras Luar Daerah, Manokwari Perkuat Sektor Padi

Bagikan
Kurangi ketergantungan beras luar daerah, Manokwari perkuat sektor padi. (Foto : Polbangtan Manokwari)
Kurangi ketergantungan beras luar daerah, Manokwari perkuat sektor padi. (Foto : Polbangtan Manokwari)

Pangannews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, Papua Barat, mulai memperkuat sektor pertanian padi dengan menyalurkan dukungan anggaran dan alat mesin pertanian kepada kelompok tani di sejumlah wilayah sentra produksi.

Program itu ditujukan untuk mengurangi ketergantungan beras dari luar daerah dan mendorong peningkatan produksi lokal. Bantuan tersebut menyasar 71 kelompok tani yang tersebar di Distrik Warmare, Prafi, Sidey, dan Masni.

Masing-masing kelompok memperoleh dana penguatan produksi sebesar Rp15 juta yang dapat dimanfaatkan untuk pembelian kebutuhan sarana produksi seperti pupuk dan pestisida.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Manokwari, Serdion Rahawarin, mengatakan dukungan dana ini diharapkan dapat menopang kegiatan budidaya padi setidaknya untuk dua musim tanam.

“Dengan adanya bantuan ini, petani tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pupuk subsidi. Kebutuhan dasar untuk memulai musim tanam bisa langsung terpenuhi,” ujar Serdion saat penyerahan bantuan di Kantor Bupati Manokwari.

Selain dana, pemerintah daerah juga menyalurkan delapan unit cultivator untuk mempercepat proses pengolahan tanah. Penambahan alat ini juga menjadi bagian dari rencana pemerintah memperluas lahan sawah di Manokwari.

Saat ini luas sawah produktif di daerah tersebut mencapai sekitar 1.773 hektare dengan produksi 6.000 ton padi per tahun.

Angka itu masih jauh dari kebutuhan konsumsi beras masyarakat yang mencapai kisaran 23.300 ton per tahun. Kondisi itu membuat Manokwari masih mengimpor pasokan beras dari daerah lain.

“Kita punya potensi lahan yang masih dapat dikembangkan. Ada sekitar 2.421 hektare yang siap dijadikan persawahan,” kata Serdion.

Pemkab menargetkan pembukaan 1.300 hektare sawah baru pada tahun mendatang, terutama di kawasan SP1–SP4, Sidey, dan Kali Merah. Pemerintah juga mencatat antusiasme petani lokal cukup tinggi untuk mendukung produksi padi daerah.

“Kalau produksi meningkat dan lahan bertambah, kemandirian pangan daerah bisa tercapai. Itu tujuan akhirnya,” ujar Serdion.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal