Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

KKP–Bapeten Perketat Sertifikasi Udang Bebas Cesium untuk Ekspor ke AS

Bagikan
KKP–Bapeten perketat sertifikasi udang bebas cesium untuk ekspor ke AS. (Foto : Freepik)
KKP–Bapeten perketat sertifikasi udang bebas cesium untuk ekspor ke AS. (Foto : Freepik)

Pangannews.id - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Badan Pengawasan Tenaga Nuklir (Bapeten) meneken perjanjian untuk memastikan udang Indonesia terbebas dari paparan Cesium-137.

Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah penting setelah FDA mewajibkan setiap produk udang yang masuk ke AS disertai dokumen bebas Cesium-137.

FDA juga menunjuk KKP sebagai Certifying Entity sesuai ketentuan Section 801(q) Undang-Undang Pangan, Obat, dan Kosmetik Amerika.

Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini, mengatakan kolaborasi dengan Bapeten diperlukan agar proses sertifikasi berjalan sesuai standar ilmiah dan ketentuan internasional.

“Badan Mutu KKP tentu memerlukan sinergi dengan otoritas nuklir untuk melaksanakan tata laksana sertifikasi bebas Cs-137 pada udang,” ujarnya.

Kerja sama ini mencakup pengawasan dan pengendalian kontaminasi radioaktif pada produk perikanan, pemeriksaan laboratorium, pertukaran data, serta peningkatan kompetensi SDM.

Selain itu juga dukungan infrastruktur untuk scanning dan testing kandungan radioaktif. Seluruh proses dirancang agar hasil pemeriksaan dapat diterima otoritas Amerika Serikat.

Ishartini menyebut tata laksana sertifikasi yang dijalankan Indonesia telah sesuai kaidah scientific-based dan evidence-based. Bahkan, pada 31 Oktober lalu Indonesia untuk pertama kalinya berhasil mengekspor udang bersertifikat bebas Cesium-137 ke pasar Amerika.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan temuan Cesium-137 pada kontainer udang yang sempat terjadi di AS bersifat kasuistik.

Pemeriksaan langsung ke fasilitas produksi di Pulau Jawa dan Lampung menunjukkan tidak ada kontaminasi radioaktif pada produk udang Indonesia.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal