Pangannews.id - Hasil produksi ikan dari perikanan umum darat (PUD) di Kabupaten Lamongan anjlok hingga triwulan ketiga tahun ini. Dinas Perikanan setempat mencatat total produksi baru mencapai 2.831 ton, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penurunan itu banyak dipicu kondisi cuaca yang tidak menentu. Hujan yang masih kerap turun membuat debit air sungai meningkat dan warna air keruh, sehingga menyulitkan nelayan sungai dan waduk untuk melakukan penangkapan.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Lamongan, Hendro Setyo Budi, mengatakan kondisi tersebut menghambat aktivitas nelayan dalam beberapa bulan terakhir.
“Ketika air naik, nelayan tidak bisa berangkat. Hujan kemarin terus-menerus, efeknya besar. Banyak yang akhirnya alih pekerjaan,” ujarnya.
Ia menyebut perikanan umum darat di Lamongan bertumpu pada tangkapan di sungai dan waduk menggunakan alat sederhana seperti jaring dan pancing. Ikan yang umum diperoleh di antaranya nila, tawes, tombro, dan patin.
Di Glagah, nelayan biasanya mengandalkan musim kakap putih yang datang pada Juli–Agustus ketika air dalam kondisi jernih. Namun tahun ini, curah hujan yang masih tinggi membuat kondisi air tetap keruh.
“Musim kakap putih tidak maksimal. Biasanya air bening, tapi kemarin masih keruh,” kata Hendro.
Dinas Perikanan menilai pemulihan produksi sangat bergantung pada perbaikan kondisi cuaca dalam beberapa bulan ke depan, terutama stabilitas air sungai yang menjadi pusat aktivitas nelayan PUD.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.