Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

DPKP Kalsel Perketat Pengawasan Bahan Pangan di Dapur MBG

Bagikan
DPKP Kalsel perketat pengawasan bahan pangan di dapur MBG. (Foto : Diskominfo Prov. Kalsel)
DPKP Kalsel perketat pengawasan bahan pangan di dapur MBG. (Foto : Diskominfo Prov. Kalsel)

Pangannews.id - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalimantan Selatan (Kalsel) memperketat pengawasan keamanan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pengawasan dilakukan langsung ke dapur pengolahan dan Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DPKP Kalsel, Saptono, mengatakan bahwa meski pemerintah daerah belum memiliki landasan regulasi teknis khusus mengenai pengawasan MBG, tugas tersebut telah diberikan secara langsung oleh Bapanas.

“Instruksinya jelas, kami diminta memastikan keamanan pangan, terutama pangan segar asal tumbuhan atau PSAT, yang dipakai di dapur MBG di Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar,” ujarnya.

Dalam pengawasannya, tim DPKP tidak hanya meninjau bahan baku, tetapi juga memberikan edukasi kepada pengelola dapur tentang standar sanitasi, kebersihan, hingga pentingnya sertifikasi halal dan pemenuhan standar keamanan pangan.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pengolahan makanan berjalan sesuai ketentuan.

Selain pembinaan, sampel pangan segar seperti sayuran, bawang-bawangan, dan sejumlah komoditas lain diambil secara berkala untuk diuji. Tahapan awal menggunakan rapid test untuk mendeteksi residu kimia atau pestisida.

Jika ditemukan indikasi tertentu, sampel langsung dikirim ke laboratorium Angler di Surabaya yang memiliki standar pengujian internasional.

“Sejauh ini memang masih ditemukan residu, tetapi kadarnya masih aman untuk dikonsumsi. Hasil laboratorium juga mengonfirmasi hal yang sama,” kata Saptono.

Ia menegaskan bahwa bahan pangan yang masuk ke dapur MBG berada dalam kategori aman bagi anak-anak penerima manfaat.

Saptono berharap pengawasan yang dilakukan dapat menopang kelancaran program MBG yang menjadi agenda prioritas nasional.

Program tersebut dirancang untuk memperbaiki asupan gizi pelajar serta menekan angka stunting dan anemia menuju target Indonesia Emas 2045.

“Kami berupaya memastikan makanan yang diterima anak-anak itu benar-benar aman dan layak. Ini bagian dari dukungan kami terhadap keberhasilan program MBG,” ujarnya.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal