Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Data BPS: Harga Bawang Merah Naik di 196 Daerah

Bagikan
Data BPS: harga bawang merah naik di 196 daerah. (Foto : Pixabay)
Data BPS: harga bawang merah naik di 196 daerah. (Foto : Pixabay)

Pangannews.id - Kenaikan harga bawang merah kembali meluas pada pekan ketiga November 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sebanyak 196 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), meningkat tajam dibandingkan minggu sebelumnya.

Meski begitu, rata-rata harga nasional komoditas tersebut masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

BPS melaporkan harga rata-rata bawang merah nasional kini berada di Rp40.267 per kilogram, sementara HAP bagi konsumen ditetapkan sebesar Rp41.500 per kilogram.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, lonjakan jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga perlu menjadi perhatian.

“Secara rata-rata nasional bawang merah masih sedikit di bawah HAP. Namun jumlah kabupaten/kota yang mencatat kenaikan IPH meningkat dari minggu lalu,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah, Senin (24/11/2025).

Pada pekan kedua November, kenaikan harga hanya terjadi di 176 kabupaten/kota, dengan rata-rata harga nasional Rp39.644 per kilogram. Namun memasuki pekan berikutnya, tekanan harga semakin meluas.

Di beberapa wilayah, harga bawang merah bahkan mencuat ekstrem. BPS mencatat harga tertinggi berada di Kabupaten Lanny Jaya, Puncak Jaya, Intan Jaya, dan Pegunungan Bintang, dengan kisaran Rp100 ribu per kilogram.

Amalia menjelaskan, kenaikan harga dipicu oleh gangguan suplai dari sejumlah sentra produksi, terutama yang berada di Pulau Jawa. Selain itu, cuaca yang masih didominasi hujan turut memengaruhi stabilitas pasokan.

“Bawang merah dan cabai merah sangat dipengaruhi kondisi cuaca. Curah hujan tinggi menyebabkan gangguan pasokan yang kemudian berdampak pada kenaikan harga di pasar,” katanya.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal