Pangannews.id - Pemerintah menargetkan Indonesia mencapai swasembada protein mulai 2026. Hal itu disampaikan Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) saat menghadiri puncak peringatan Hari Ikan Nasional (Harkannas) di Jakarta, Minggu.
Zulhas menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan protein menjadi kunci peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama bagi anak-anak yang masih berada di bangku pendidikan.
Ia menilai konsumsi protein masyarakat perlu terus ditingkatkan agar Indonesia mampu menyamai negara-negara maju.
Mengutip sejumlah indikator, Zulhas menyoroti perbedaan tingkat kecerdasan antarbangsa. Negara-negara maju, katanya, memiliki rata-rata IQ di atas 109 poin, sementara Indonesia masih berada pada kisaran 90-an. Menurutnya, kesenjangan ini mencerminkan pentingnya perbaikan pola gizi nasional.
“Kalau mau hebat seperti negara maju, kita harus berbenah. Swasembada pangan, terutama protein, harus diwujudkan dan disajikan di meja makan anak-anak kita. Gizinya berubah, maka kecerdasannya ikut berubah,” ujarnya.
Untuk mencapai target swasembada protein pada 2026, Zulhas memberi amanat khusus kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Ikan, sebagai salah satu sumber protein utama, dinilai mampu menopang upaya peningkatan gizi masyarakat dalam waktu cepat.
“Selamat makan ikan. Protein itu penting dan menentukan peradaban Indonesia hari ini dan ke depan,” kata Zulhas di hadapan para peserta Harkannas.
Peringatan Harkannas ke-12 tahun 2025 mengusung tema “Protein Ikan untuk Generasi Emas 2045.” Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP menyiapkan rangkaian kegiatan untuk memperkuat kampanye konsumsi ikan di berbagai daerah.
Tema tersebut juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang tertuang dalam RPJMN 2025–2029, yang menempatkan swasembada pangan, energi, dan air sebagai bagian dari strategi besar kemandirian bangsa.
Pemerintah mendorong optimalisasi sektor perikanan dalam mendukung ekonomi biru, ekonomi hijau, dan daya saing nasional.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.