Langsung ke konten
PANGANNEWS.ID

Anggaran Ketahanan Pangan 2026 Naik Jadi Rp 210 Triliun

Bagikan
Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo Subianto.

Pangannews.id - Presiden Prabowo Subianto meningkatkan anggaran ketahanan pangan secara signifikan dalam APBN 2026. Total alokasi yang disiapkan mencapai Rp 210,4 triliun, melonjak dibandingkan anggaran ketahanan pangan tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp 144,6 triliun.

Direktur Perekonomian dan Kemaritiman Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Tri Budhianto, mengatakan peningkatan anggaran tersebut dirancang untuk mendukung target besar pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Anggaran ketahanan pangan 2026 sekitar Rp 210,4 triliun, naik dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Tri, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya, alokasi tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga untuk menjaga stabilitas harga pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan.

Pemerintah menyiapkan pendekatan menyeluruh dari hulu hingga hilir agar ekosistem pangan nasional lebih kuat dan berkelanjutan.

Dari total anggaran tersebut, porsi terbesar dialokasikan untuk sektor produksi dengan nilai Rp 162,4 triliun.

Anggaran ini mencakup subsidi pupuk sebanyak 8,8 juta ton senilai Rp 46,9 triliun, program lumbung pangan melalui cetak sawah dan optimasi lahan seluas 550 ribu hektare senilai Rp 23,7 triliun, serta pengembangan kawasan padi seluas 2,6 juta hektare.

Selain itu, pemerintah menyiapkan bantuan alat dan mesin pertanian pra-panen sebanyak 42,3 ribu unit, pembangunan 15 bendungan, jaringan irigasi seluas 212 ribu hektare, serta operasi dan pemeliharaan sumber daya air dengan anggaran Rp 19,1 triliun.

Dukungan juga diberikan melalui bantuan benih-indukan, pengembangan pergaraman nasional, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, hingga Dana Alokasi Khusus dan Dana Desa untuk ketahanan pangan sebesar Rp 50,7 triliun.

Sementara untuk distribusi dan cadangan pangan, pemerintah mengalokasikan dana Rp 27,8 triliun. Anggaran tersebut antara lain digunakan untuk penguatan cadangan beras dan gabah melalui Bulog sebanyak tiga juta ton senilai Rp 22,7 triliun, pengembangan pelabuhan perikanan terluar, serta peningkatan sarana dan prasarana pelabuhan perikanan.

Di sisi konsumsi, anggaran sebesar Rp 6,2 triliun disiapkan untuk berbagai program stabilisasi, termasuk bantuan penanganan kerawanan pangan, gerakan pangan murah, serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Tri menegaskan, peningkatan anggaran ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan bagi petani dan nelayan.

“Target 2026 bukan hanya menjaga pasokan dan harga, tetapi juga mendorong produktivitas serta kesejahteraan pelaku sektor pangan,” ujarnya.

Editor : Adi Permana

Ditulis olehPers Pangannews
Lihat Semua

Komentar Pembaca

Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.

PANGANNEWS.ID

Jelajahi kanal