Pangannews.id - Akses jalan yang terputus akibat banjir bandang dan tanah longsor membuat aktivitas ekonomi warga Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, lumpuh.
Dalam kondisi terdesak, sejumlah petani memilih berjalan kaki berjam-jam sambil memikul karung berisi cabai rawit agar hasil panen tetap bisa dijual.
Perjalanan berat itu ditempuh para petani menuju Kota Lhokseumawe. Masing-masing memanggul cabai seberat 25 hingga 33 kilogram, menyusuri jalur berlumpur dan licin yang sebagian masih tertutup longsor.
Riza Alpiandi, salah seorang petani, mengatakan perjalanan darat dengan kendaraan hanya bisa dilakukan hingga Kampung Buntul, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.
Setelah itu, mereka terpaksa melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama sekitar empat jam.
“Kami harus berjalan melewati lumpur setinggi lutut karena jalan putus. Tidak ada kendaraan yang bisa lewat,” kata Riza, dikutip dari Antara, Jumat (12/12/2025).
Riza berangkat bersama ayah, paman, dan iparnya dari kampung halaman mereka di Ketol. Setelah berjalan kaki hingga Kampung Kem dengan jarak sekitar 20 kilometer, rombongan tersebut baru bisa melanjutkan perjalanan menggunakan ojek menuju Lhokseumawe dengan ongkos Rp50 ribu per orang.
Ia mengungkapkan, perjalanan ekstrem itu terpaksa dilakukan karena harga kebutuhan pokok di kampung melonjak tajam pascabencana. Harga beras yang sebelumnya sekitar Rp230 ribu per karung kini menembus Rp400 ribu hingga Rp500 ribu.
Hal senada disampaikan petani lainnya, Muslim. Ia menyebut harga cabai di Aceh Tengah anjlok hingga Rp10 ribu per kilogram, sementara harga di Lhokseumawe bisa mencapai Rp40 ribu per kilogram.
“Kami panen cabai sore sebelum berangkat supaya masih segar saat dijual,” ujarnya.
Menurut Muslim, hasil penjualan cabai sangat dibutuhkan untuk membeli beras dan memenuhi kebutuhan keluarga yang menunggu di kampung.
“Kami berharap cabai ini cepat habis terjual, karena keluarga di rumah menunggu kami membawa beras pulang,” katanya.
Para petani berharap pemerintah segera memperbaiki akses jalan yang rusak akibat banjir bandang dan longsor dua pekan lalu agar roda perekonomian warga kembali berjalan normal.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.