Pangannews.id - Warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang mulai bernapas lega setelah pasokan air bersih kembali mengalir ke permukiman mereka. Dalam beberapa hari terakhir, bantuan air bersih didistribusikan langsung ke rumah-rumah warga, baik oleh pemerintah daerah maupun pihak swasta.
Irmayani (38), warga Kampung Dalam, mengatakan distribusi air bersih kini berjalan lebih teratur dibandingkan hari-hari awal pascabencana. Menurutnya, pasokan air datang setiap dua hari sekali dan sangat membantu kebutuhan sehari-hari warga.
“Sejak pekan ini bantuan air bersih sudah lancar,” ujarnya, Minggu malam, dikutip dari Antara.
Air bersih yang diterima warga Kampung Dalam malam itu didatangkan dari Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Sebelumnya, warga di kawasan perkotaan Aceh Tamiang sempat kesulitan karena listrik padam dan suplai air PDAM terhenti akibat banjir bandang.
Pengalaman tersebut membuat Irmayani berencana membangun sumur bor mandiri di rumahnya. Ia menilai ketergantungan pada pasokan air dari luar sangat berisiko ketika bencana terjadi.
“Belajar dari banjir kemarin, walaupun tinggal di kota tetap harus punya sumur sendiri,” katanya.
Kondisi serupa juga dirasakan Majah (36), warga bantaran sungai di Kampung Rantau Panjang, Kecamatan Karang Baru. Ia mengaku senang bantuan air bersih mulai berdatangan karena kualitas air yang diterima cukup jernih dan layak konsumsi.
Majah menyebut, bantuan air bersih tersebut difasilitasi oleh seorang warga setempat yang bekerja di Dinas Kesehatan. Setelah kondisi membaik, ia bersama keluarganya kini telah kembali ke rumah, usai sempat mengungsi di masjid desa bersama puluhan warga lainnya.
Ia menceritakan, pada masa awal banjir bandang, warga mengalami kesulitan serius mendapatkan air bersih. Sumur-sumur warga tercemar lumpur, sementara air bersih di pengungsian sangat terbatas.
“Kami mandi dan masak pakai air sumur masjid, bahkan kadang air banjir dari parit,” katanya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tamiang, Iman Suhery, mengatakan distribusi air bersih ke wilayah terdampak sudah dilakukan secara intensif dalam beberapa hari terakhir. Bantuan armada tangki air dari BNPB mulai dioperasikan sejak dua hari lalu untuk menjangkau desa-desa yang mengalami krisis air bersih.
“Awalnya hanya dua unit tangki dari BNPB, kemudian bertambah. Saat ini ada empat unit tangki air yang siaga di BPBD Aceh Tamiang,” kata Iman.
Selain bantuan pemerintah, kata dia, dukungan juga datang dari pihak swasta yang menyalurkan air bersih langsung ke permukiman warga secara door to door.
“Air bersih sudah bisa diambil dari PDAM, dan bantuan swasta juga cukup banyak turun langsung ke lapangan,” ujarnya.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.