Pangannews.id - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Timur meninggalkan dampak serius bagi sektor peternakan. Selain merusak permukiman dan infrastruktur, banjir tersebut menyebabkan kematian hampir 18 ribu ekor ternak milik warga, yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi masyarakat pedesaan.
Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Aceh Timur mencatat sedikitnya 17.871 ekor ternak mati akibat terendam banjir dengan ketinggian air mencapai satu hingga tiga meter. Banjir berlangsung cukup lama sehingga banyak ternak tidak sempat dievakuasi, terutama yang dipelihara di kandang rendah dan berdekatan dengan aliran sungai.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Aceh Timur, Murdhani, menjelaskan bahwa kematian ternak terjadi hampir di seluruh kecamatan terdampak. Wilayah dengan laporan tertinggi antara lain Pereulak Timur, Sungai Raya, Idi Rayeuk, Peudawa, dan Julok, disusul Nurussalam serta Indra Makmur.
“Sebagian besar ternak mati karena terendam terlalu lama, terseret arus, kelelahan, serta kekurangan pakan selama banjir berlangsung. Kerusakan kandang dan sulitnya akses evakuasi juga memperparah kondisi,” ujar Murdhani, Senin (22/12/2025).
Berdasarkan data sementara, unggas menjadi kelompok ternak dengan kerugian terbesar. Tercatat 16.026 ekor ayam dan 919 ekor bebek mati akibat banjir. Sementara itu, kematian juga menimpa 436 ekor sapi, 424 kambing, dan 66 domba.
Murdhani menegaskan, kerugian ini sangat dirasakan peternak karena ternak merupakan sumber penghidupan utama. Pihaknya masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan seluruh kerugian tercatat secara menyeluruh.
Data tersebut telah dilaporkan ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat sebagai dasar pengajuan bantuan. Bantuan yang diusulkan meliputi ternak pengganti, pasokan pakan darurat, serta dukungan pemulihan usaha peternakan pascabencana.
Ke depan, pemerintah daerah berencana memperkuat upaya mitigasi bencana di sektor peternakan. Peternak di daerah rawan banjir diimbau memindahkan kandang ke lokasi yang lebih tinggi serta menyiapkan sistem evakuasi agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kerugian besar.
“Mitigasi harus diperkuat agar dampak banjir tidak terus berulang dan merugikan peternak,” kata Murdhani.
Editor : Adi Permana


Komentar Pembaca
Sampaikan pendapat dengan santun dan sesuai topik berita.
Masuk untuk ikut berdiskusi.
MasukBelum ada komentar. Jadilah yang pertama berdiskusi.